Ternate, 12/10 (Antaranews Maluku) - Asosiasi Usaha Mikro Kecil Menengah Indonesia (Askimindo) Maluku Utara (Malut) meminta kepada pemerintah daerah (pemda) setempat, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk lebih serius mengembangkan UMKM agar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi.

Ketua Askimindo Malut, Kasman H Ahmad di Ternate, Jumat, mengatakan pemda di Malut sebenarnya sudah memiliki berbagai program untuk mengembangkan UMKM, tetapi dalam pelaksanaannya kurang serius karena lebih menekankan pendekatan proyek.

Akibatnya program yang dilaksanakan itu tidak mampu menumbuhkan dan menggerakan UMKM sebagai kekuatan ekonomi di masyarakat, bahkan tidak sedikit UMKM yang kemudian gulung tikar.

Menurut dia, permasalahan utama yang dihadapi 20 ribu lebih UMKM di Malut di antaranya rendahnya produktivitas, lemahnya manajemen usaha, terbatasnya permodalan dan lemahnya pemasaran.

Oleh karena itu, pemda dalam mengembangkan UMKM harus lebih menitiberatkan pada permasalahan tersebut, misalnya untuk masalah lemahnya produktivitas harus memperbanyak program pelatihan dan dukungan penerapan teknologi tepat guna.

"Khusus untuk masalah terbatas permodalan, perbankan di Malut dan lembaga keuangan lainnya diharapkan untuk lebih berperan dengan memberikan kemudahan kepada UMKM yang membutuhkan bantuan modal," katanya.

Bantuan modal usaha untuk UMKM dari pemda, termasuk yang dikucurkan dari pemerintah pusat melalui berbagai intansi daerah dalam penyalurannya kepada UMKM harus pula tepat sasaran.

Kasman memberi apresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia Malut yang selama begitu pro-aktif dalam membina dan mendampingi UMKM dan langkah seperti itu seharusnya dilakukan pula oleh pemda setempat.

Pewarta: La Ode Aminuddin

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2018