Pemerintah Pusat melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Kementeria ESDM  menambah 19 titik lokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu harga di Provinsi Maluku pada 2021 hingga 2024.

"19 titik lokasi di Maluku ini merupakan bagian dari 247 titik program BBM Satu Harga yang akan dibangun di seluruh Indonesia selama tahun 2021 hingga 2024," kata Anggota Komisi VII DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Mercy Chriesty Barends, saat dikonfirmasi melalui telepon dari Ambon, Selasa.

Penambahan 19 titik BBM Satu Harga tersebut tertuang dalam SK Dirjen Migas No.6.K/MG.05/DJM/2021 tanggal 8 Januari 2021 tentang perubahan atas keputusan Dirjen Migas No.0008.K/15/DJM.0/2020 tentang lokasi tertentu untuk pendistribusian jenis Bahan Bakar Minyak tertentu dan jenis Bahan Bakar Minyak khusus penugasan tahun 2020-2024.

Mercy menegaskan, keputusan ini pun telah ditetapkan dalam rapat singkronisasi Program BBM Satu Harga bersama BPH Migas di ruang Komisi VII, DPR RI, Senin malam (15/3).

Menurutnya, secara keseluruhan Dirjen Migas telah menetapkan 94 titik lokasi penyalur BBM Satu harga di Indonesia Bagian Timur yang meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, atau sebesar 38 persen.

"Khusus BBM Satu harga di kawasan Timur memperoleh jatah lebih banyak dari daerah lainnya di Indonesia. Ini perjuangan optimal yang bisa kamu untuk masyarakat di Indonesia Timur," katanya.

Berdasarkan penetapan Dirjen Migas 247 titik penyalur BBM Satu Harga yang akan dibangun pada periode tahun 2021 - 2024 itu tersebar di beberapa wilayah yakni, Sumatera 26 titik penyalur (10 persen), Kalimantan 44 titik penyalur (18 persen), Sulawesi 24 titik penyalur (10 persen), Maluku dan Papua sebanyak 94 titik penyalur (38 persen) dan wilayah NTB dan NTT sebanyak 59 titik penyalur (24 persen).

Perjuangan ini untuk mengatasi dan menjangkau daerah yang selama ini kesulitan dalam mendapatkan akses BBM dengan harga yang terjangkau, terutama wilayah-wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), katanya.

"Jadi sudah ada target tahun 2021 yakni 76 titik penyalur yang akan dibangun, kemudian tahun 2022 ditargetkan sebanyak 72 titik, 2023 sebanyak 56 titik dan tahun 2024 ditargetkan sebanyak 43 titik penyalur,” ujarnya.

Kesiapan pemerintah kabupaten/kota dalam mewujudkan realisasi dari program BBM Satu Harga, menurut Mercy, sangat penting terkait usulan rekomendasi/perijinan dari pemerintah daerah setempat, sehingga dapat membantu PT. Pertamina (Persero) dan BPH Migas untuk mengalokasi sesuai jumlah lokasi yang telah ditetapkan.

"Yang saya takutkan jangan sampai dari jumlah ini, kita malah tidak mampu memastikan proses perizinan dan rekomendasinya, sehingga kuota ini malah gagal diwujudkan," tandasnya.

Mercy menginginkan tahun 2021 minimal ada 5-7 titik lokasi yang akan direalisasikan karena berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Maluku, terutama peningkatan usaha yang selama ini menggunakan BBM.

Dia menandaskan, hingga akhir Desember 2020 jumlah titik BBM Satu Harga di Maluku telah terealisasi 14 titik lokasi dan terbanyak di kepulauan Aru yakni empat titik, Buru (tiga titik), dua daerah di Buru Selatan dan kebupaten Kepulauan Tanimbar (dua lokasi) serta masing-masing satu lokasi di Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT) dan Maluku Barat Daya (SMB) masing-masing satu titik.

Mercy juga menambahkan, BPH Migas pada tahun 2021 hingga 2024 akan menyepakati penambahan 582 titik penyalur hingga 2024 mendatang.

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2021