Ambon (Antara Maluku) - Balai Konservasi Biota Laut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Kota Ambon, Maluku akan meneliti sumber daya alam Pulau Yiew, Maluku Utara.

"Kami akan meneliti SDA, khususnya potensi kelautan di Pulau Yiew," kata Kepala BKBL LIPI Kota Ambon Augy Syahailatua kepada ANTARA di Ambon, Selasa.

Yiew merupakan pulau terluar di Provisi Maluku Utara yang berbatasan dengan Kepulauan Palau di Pasifik. Berukuran tidak kurang dari satu kilometer persegi, dan terletak di lepas pantai timur Pulau Halmahera.

"Yiew berada di 50 derajat lintang utara (LU) dan 129 derajat 10 detik bujur timur, satu-satunya pulau terluar Provinsi Maluku Utara, berbatasan dengan Kepulauan Palau, tapi tidak terlalu dekat," katanya.

Ia mengatakan, penelitian SDA Pulau Yiew, merupakan salah satu dari bentuk dukungan bagi Provinsi Maluku Utara. Hasil riset akan diberikan kepada pemerintah setempat dalam bentuk rekomendasi potensi kelautan yang dapat dikembangkan untuk perekonomian masyarakat.

"Kami hanya meneliti, hasilnya akan kami buat dalam bentuk rekomendasi, kemudian diberikan kepada pemerintah setempat," katanya.

Syahailatua menjelaskan, penelitian tersebut akan dilakukan bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan pelayaran berskala internasional Sail Morotai, September nanti. Pelayaran ke Pulau Yiew menggunakan kapal riset milik LIPI Ambon, Baruna Jaya VII.

"Penelitian ini menjadi salah satu kegiatan yang kami daftarkan untuk menyemarakan Sail Morotai," ujarnya.

Syahailatua menambahkan, selain penelitian tentang potensi kelautan Pulau Yiew, LIPI Ambon juga akan berpartisipasi di Sail Morotai dengan mengikut sertakan kapal Baruna Jaya VII dalam parade kapal Indonesia.

Baruna Jaya VII juga akan digunakan untuk mengangkut veteran perang dunia kedua, mengunjungi situs bersejarah peninggalan perang global, tahun 1939 - 1945 tersebut.

"Banyak yang ingin kami lakukan, tetapi jatah waktu pelayaran kami hanya sembilan hingga 10 hari. Perjalanan pulang - pergi antara Ambon - Morotai dapat menghabiskan empat hari, sehingga cuma tersisa enam hari bagi kami," ucapnya.


Pewarta: Shariva Alaidrus
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026