Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon menggencarkan razia dan pemeriksaan urine sebagai langkah antisipasi peredaran serta pengendalian narkoba di dalam lapas.
Kepala Lapas Ambon, Herliadi, di Ambon, Selasa mengatakan, dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penggeledahan kamar hunian dan berhasil menyita sejumlah barang terlarang, seperti kompor rakitan, gunting, dan kabel listrik.
"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen deteksi dini gangguan keamanan sekaligus upaya menepis stigma negatif yang kerap menyebut lapas sebagai tempat pengendalian narkoba. Saya berharap kegiatan rutin razia dan tes urine ini dapat meminimalisir serta mendeteksi dini aktivitas terkait narkoba, sehingga masyarakat tidak lagi memiliki pandangan negatif terhadap Lapas Ambon,” ujarnya.
Setelah razia selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan tes urine terhadap salah seorang petugas pengamanan dan warga binaan yang dipilih secara acak. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel urine negatif narkoba.
Menurutnya, tes urine dan pemeriksaan narkoba di lapas sangat penting karena untuk memastikan bahwa warga binaan benar-benar menjalani masa pembinaan tanpa terpengaruh zat terlarang, sekaligus menjaga integritas petugas agar tidak terlibat dalam praktik yang merugikan.
Selain itu, dari sisi pembinaan, pemeriksaan rutin membantu mendukung program rehabilitasi dan reintegrasi sosial, agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat dalam kondisi sehat, bebas dari ketergantungan, serta siap memulai hidup baru yang lebih baik.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan HAM, khususnya pada poin utama pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan di lapas maupun rutan.
Dengan komitmen yang berkelanjutan, Lapas Ambon bertekad menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari pengaruh narkotika sehingga tujuan pembinaan bagi warga binaan dapat tercapai optimal.
"Dengan demikian, warga binaan dapat menjadi manusia yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat," tuturnya.
