Masyarakat di Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara (Malut) resahkan pemadaman listrik yang seringkali terjadi terutama pada malam hari, menyusul cuaca buruk selama sepekan terakhir. "Adanya pemadaman listrik di Kepsul sangat mengganggu seluruh aktivitas masyarakat, bahkan berpengaruh terhadap roda perekonomian," kata salah seorang warga Kepsul, Iradat ketika dihubungi dari Ternate, Jumat. Selain itu, saat listrik padam masyarakat justru khawatir terhadap situasi kebakaran dan kerusakan barang eletronik yang dimiliki warga. Menurut Iradat, kendati sebatas kekhawatiran warga, namun saat pemadaman listik secara tiba-tiba itu, sejumlah barang elektronik milik warga juga akan mengalami kerusakan akibat adanya pemadaman tersebut. Dirinya juga berharap kepada PT PLN setempat, kalau adanya pemadaman mestinya diberitahu ke masyarakat, sehingga ada upaya antisipastif dari warga saat dilakukan pemadaman listrik. Sementara itu, Kepala cabang PT PLN Sanana, Karim Senen ketika dikonfirmasi mengatakan, kalau pemadaman secara tiba-tiba itu bukan disebabkan oleh kerusakan mesin atau perawatan. Namun, faktor cuaca seperti hujan disertai angin secara tidak langsung bisa berakibat lisrik padam karena sejumlah jaringan kabel berada di bawah pohon terutama pohon kelapa. "Pemadaman yang terjadi selama sepekan ini disebabkan oleh faktor alam, karena ada juga tertimpanya jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) oleh pepohonan yang roboh akibat hantaman angin kencang," katanya. Ia mengaku kalau masih banyak jaringan yang berada dibawah pohon kepala atau jambu milik warga, dan pohon-pohon ini ketika hujan diserati angin cabangnya jatuh dan mengenai kabel listrik. Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, pihaknya akan mengundang pihak pemda melalui Dinas pertambangan untuk membicarakan persoalan pembebasan lahan terutama lahan pohon yang berada di bawah jaringan listrik.

Pewarta:

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2011