Keterlibatan seluruh Agama pada setiap kegiatan di wilayah Maluku Tenggara (Malra) menjadi kekayaan masyarakat Suku Kei (Evav) yang perlu terus dijaga.

Hal ini ditegaskan Bupati Malra, M Thaher Hanubun ketika memberikan sambutan pada perayaan Syukur Misa Perdana dan Pentahbisan Pastor Amandus Pius Labetubun sebagai Imam Katolik, bertempat di Ohoi Ngurwul Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.

Kebahagiaan luar biasa atas tahbisan Imamat ini, lebih lengkap dengan kehadiran secara bersama-sama umat beriman dari berbagai latar belakang Agama, baik Katolik, Islam maupun Protestan dalam melaksanakan perayaan syukur.

"Ini adalah bukti kekayaan Evav sesungguhnya, bahwa kita berbeda dalam cara beribadah dan beragama, tetapi kita satu dalam persaudaraan dan tujuan yang sama," tandas Thaher.

Baca juga: Sukses Pesparani Katolik bukti toleransi beragama di Maluku, begini penjelasannya

Mantan Presiden RI Gus Dur berkata "tidak penting apapun agamamu atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semu orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu." Ini adalah hal pentin yang harus kita lakukan dalam keseharian hidup kita.

Lanjut Thaher, saya percaya, selain bertambahnya kini seorang Imam Katolik dari daerah ini, baperistiwa ini memberikan kebahagiaan luar biasa bagi Imam baru, bagi orang tua, saudara dan kerabat, bagi Umat Paroki Rumat dan Stasi Ngurwul dan seluruh masyarakat Malra.

Lebih jauh, Thaher menyebut, penantian panjang Ohoi Elaar maupun Ohoi Ngurwul untuk memiliki seorang Imam Baru, telah terwujud dengan Pentahbisan Pastor Amandus Pius Labetubun.

Ada Istilah “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang terpilih” adalah fakta bahwa, menjadi Imam dalam Gereja Katolik itu tidak mudah, apalagi menjadi Imam Misionaris, dimana ia harus siap bertugas dimana saja, diujung bumi ini. 

Imam Misionaris harus mau menanggalkan semua hal Duniawi yanga ja miliki dan larut dalam Kaul Kemiskinannya, la harus siap meninggalkan keluarga yang dicintai untuk bergabung bersama Misionaris lain di tempat Misi yang ditugaskan. Itu semua berat dari sisi manusiawi namun berharga di mata Tuhan, demikian Thaher.

Baca juga: Gubernur Maluku berharap objektivitas dewan juri Pesparani Katolik, begini penjelasannya

Pewarta: Siprianus Yanyaan

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022