Menteri Sosial Tri Rismaharini datang kedua kalinya ke Ternate untuk membantu 277 warga di wilayah tersebut menjalani operasi katarak pada Selasa.

Adapun pasien yang akan menjalani operasi katarak tersebut, berasal dari Kota Ternate, Tidore Kepulauan, dan Pulau Halmahera, dari seleksi terhadap 428 pasien yang mendaftar.

"Alhamdulillah, hari ini bisa terealisasi. Tapi, karena jumlah pasiennya banyak, biasanya kami melakukan dua hari, ada yang tiga hari di daerah tertentu. Karena di sini jumlahnya banyak, mungkin tiga hari. Jadi, sampai upacara bendera 17 Agustus," kata Mensos dalam keterangannya disiarkan di Jakarta, Selasa.

Operasi katarak sangat penting dilakukan untuk mencegah kebutaan. Menurut Mensos, jika tidak segera ditangani, akan menyebabkan efek domino bagi orang yang terkena katarak dan keluarganya.

"Penyakit katarak memang harus segera ditangani, karena kalau enggak risikonya adalah kebutaan. Masalahnya, kalau mereka buta, kemudian mereka tergantung kepada orang lain. Nah, padahal orang lain itu juga butuh beraktivitas supaya kehidupannya normal," kata Mensos.

Baca juga: Kemensos intensif koordinasikan tindak pelaku kekerasan seksual dengan aparat hukum

Dikatakan Mensos, jumlah pasien peserta operasi akan semakin bertambah. Hal ini diperoleh Mensos saat berdialog dengan para pasien. Mereka bercerita langsung kepada Mensos bahwa masih banyak saudaranya yang memerlukan tindakan operasi katarak.

Aspirasi masyarakat ini langsung ditindaklanjuti Mensos dengan menginstruksikan sentra terkait mendata dan menjemput masyarakat yang memerlukan operasi. “Masih banyak yang mengusulkan saudaranya. Mudah-mudahan tiga hari bisa, karena mereka ada di pulau-pulau yang harus kita jemput,” ucap Mensos.

Mensos menjamin akomodasi para pasien dengan menyediakan wisma di Sentra Wasana Bahagia yang berlokasi di Kelumata Ternate bagi pasien yang berasal dari luar pulau. Tidak hanya itu, Mensos juga memfasilitasi anak berusia 4 tahun yang didiagnosa mengalami katarak kongenital (bawaan lahir) untuk dioperasi ke Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kita temukan pasien satu anak yang tidak bisa ditangani di sini. Jadi, kita akan rujuk ke Makassar. Namun, tadi saya minta bapak ibunya juga diperiksa karena kalau anak-anak sudah katarak, biasanya itu keturunan," katanya.

Sementara itu, salah satu pasien operasi katarak asal Sofifi Salma Salaula (58) mengaku dirinya sangat terbantu dengan adanya operasi katarak ini.

Baca juga: Mensos jenguk dua anak korban rudapaksa ayah kandung di Halut

Sebelumnya, katarak di mata kanannya sudah menebal, sehingga ia kesulitan melihat objek di jarak dua meter. Wanita yang bekerja paruh baya ini sempat disapa oleh Mensos. "Tadi kata ibu menteri, jangan dulu angkat berat, jangan nunduk, jangan dulu sampai kena air," ujarnya.

Bagi Mensos, orang-orang yang menderita katarak merupakan bagian dari target penerima manfaat Kemensos, karena ia menemukan banyak warga prasejahtera yang membutuhkan operasi, tapi mengurungkan niatnya lantaran terkendala biaya.

Meskipun dengan anggaran terbatas, Mensos mampu mengajak swasta untuk bersama-sama memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebagai bentuk apresiasi, Mensos memberikan penghargaan kepada 12 orang yang berjasa dalam proses operasi katarak di Ternate.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos bantu 277 warga Ternate jalani operasi katarak

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan

Editor : Moh Ponting


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2023