Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia mengingatkan KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara serta peserta pemilu perlu mengutamakan prinsip jujur dan adil (Jurdil) dalam pemilu.

“Prinsip pemilu yang satu ini, ditujukan ke semua pihak, baik penyelenggara pemilu, komisi pemilihan umum (KPU), badan pengawas pemilu (Bawaslu) maupun peserta pemilu,” kata Direktur Monitoring KIPP, Engelbert Jojo Rohi, di Ambon, Sabtu.

Ia mengatakan, hal ini sangat ditekankan terutama kepada KPU dan Bawaslu, yang mulai sekarang sudah harus memperhatikan apa yang dilakukan peserta pemilu dengan benar.

"Kalau dari angka 10, kinerja Bawaslu dan KPU, saya beri nilai 5, sebab saya lihat belum secara baik menjalankan salah satu prinsip Pemilu yakni jurdil," ujarnya.

Menurutnya, Bawaslu dan KPU perlu menyamaratakan Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilu yang dipajang di ruang publik, mulai dari ukuran hingga jumlah semuanya harus sama.

Baca juga: KIPP Malut minta antisipasi pelanggaran di pilkada 2020
 

“Ini merupakan konsep keadilan dalam pemilu, jumlah APK itu harus sama. Misalnya jika partai politik A memasang 100 buah APK, maka parpol B juga demikian,” ujarnya.

"Jangan ada yang berbeda-beda ukuran dan jumlah. Itu namanya tidak adil. Itu merusak prinsip Pemilu Jurdil," ia menambahkan.

Jojo melanjutkan, prinsip adil ini juga berbicara soal bagaimana para kontestan pemilu memanfaatkan ruang publik.

Misalnya, jika satu parpol memasang APK-nya di lokasi yang ramai seperti di sisi ruas jalan protokol, maka parpol lain pun harus sama.

"Jadi misalnya kalau pasangan Ganjar-Mahfud punya baliho dipasang di sisi jalan protokol, maka ruas jalan itu harus juga ditempatkan baliho pasangan Prabowo-Gibran dan Anis-Amin. Ini baru adil," terangnya.

Untuk itu, Jojo berharap pihak penyelenggara Pemilu harus bisa mengatur ini dengan baik agar prinsip jurdil itu bisa terlaksana dengan baik pada Pemilu 2024.

"Ini perlu menjadi perhatian, terutama untuk di daerah. Supaya prinsip pemilu Jurdil ini bisa berjalan dengan semestinya," ucap Jojo.


Baca juga: KIPP Minta Antisipasi ASN Terlibat Pilkada

Pewarta: Winda Herman

Editor : Moh Ponting


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2023