Ambon (Antara Maluku) - Calon Presiden dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menyatakan calon Wakil Presiden yang akan mendampinginya saat pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 belum diputuskan.

"Masih lama tenggat waktu proses tersebut, sehingga kita kerja untuk meyakinkan masyarakat Indonesia dulu," kata Ketua Umum Partai Golkar tesebut ketika dikonfirmasi di lapangan Hurnala, desa Tulehu, pulau Ambon, Jumat.

Aburizal berada di Ambon dalam rangka berkampanye untuk Said Assagaff - Zeth Sahuburua (SETIA) yang mengikuti Pilkada Maluku 11 Juni 2013.

Ia menyatakan dirinya juga membutuhkan dukungan masyarakat Maluku untuk bisa menjadi Presiden.

"Jadi memenangkan pasangan SETIA di pilkada Maluku ini bagian dari target Partai Golkar untuk mengevaluasi peluang memenangkan Pilpres 2014," ujarnya.

Didesak kapan memutuskan Cawapres, dia menjelaskan, ada mekanismenya yang nantinya diputuskan internal Partai Golkar.

"Kami juga perlu mengevaluasi kegagalan pemilihan Legislatif dan Pilpres lalu sebelum memutuskan kriteria penyaringan Cawapres," katanya.

Sebelumnya, Aburizal mengungkapkan dari tiga kali Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI selama masa reformasi Partai Golkar selalu gagal.

Kegagalan memenangi tiga kali Pilpres karena masalah penetapan Capres setelah Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD sangat terlambat.

"Saya pandang ini terlambat karena tidak punya waktu untuk melakukan strategi pemenangan. Jarak waktu yang terlalu dekat hanya tiga bulan tak cukup untuk menaikkan elektabilitas calon," katanya.

Masalah lainnya, penetapan setelah berlangsungnya Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD memudarkan daya juang dan melemahnya semangat.

Menurut Aburizal hal ini terjadi karena terlalu banyaknya kepentingan dan tujuan.

"Proses politik menjadi tidak produktif karena berlangsung dengan banyak skenario dan tujuan. Oleh karena itu, kami ingin fokus dan tak ingin soliditas partai pecah," tandasnya.

Pewarta: Lexy Sariwating

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2013