Kantor Bahasa di Provinsi Maluku melakukan identifikasi terhadap 70 bahasa daerah sebagai upaya revitalisasi.

"Ada 70 bahasa daerah Maluku telah diidentifikasi dan perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui bahasa daerah mana saja yang masih digunakan masyarakat dan bahasa yang perlu penanganan secara khusus, " kata Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Kity Karenisa di Ambon, Jumat.

Ia menyatakan, salah satu penyebab bahasa daerah punah karena anak-anak tidak lagi menggunakan bahasa daerah.

“Oleh karena itulah kita harus merevitalisasi, menguatkan kembali, memelihara bahasa daerah kita melalui program revitalisasi bahasa daerah, " katanya.

Bahasa daerah katanya, perlu dilestarikan karena ada nilai budaya yang perlu dipertahankan melalui regulasi penggunaan bahasa daerah.

Upaya tersebut terus dilakukan sampai daerah itu menemukan sendiri formula terbaik untuk menjaga bahasanya dari kepunahan.

Ia mengatakan, tujuan akhir dari program revitalisasi bahasa daerah adalah agar para penutur muda dapat menjadi penutur aktif bahasa daerah, dan memiliki kemauan untuk mempelajari bahasa daerah dengan penuh suka cita melalui media yang mereka sukai.

Kantor Bahasa Maluku merevitalisasi lima bahasa daerah Maluku yang menjadi target di tahun 2024.

Lima bahasa yang direvitalisasi yakni bahasa Buru di Kabupaten Buru, Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Yamdena di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Seran/Seram di Kabupaten Seram Bagian Timur, dan bahasa Tarangan di Kabupaten Kepulauan Aru,

Pada tahun 2024 ini, revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi Maluku telah memasuki tahun ketiga. Sesuai arahan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bahwa Balai/Kantor Bahasa tidak boleh meninggalkan bahasa yang telah direvitalisasi sebelumnya.

Karena itu, katanya, lima bahasa yang direvitalisasi tahun 2023 akan kembali direvitalisasi tahun 2024.

Hal itu dilakukan agar bahasa daerah tersebut dapat tetap terpantau hingga waktu tertentu, sehingga daya hidup bahasa daerah tersebut meningkat.

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut

Editor : Daniel


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2024