Gempa bumi sebanyak 39 kali mengguncang wilayah Maluku dan sekitarnya pada periode 19- 25 April 2024.

"Dari 39 kali kejadian gempa, yang didominasi gempa bumi dangkal, dengan tiga kejadian gempa bumi dirasakan," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Ambon, Djati Cipto Kuncoro di Ambon, Jumat.

Dari 39 kejadian gempa bumi yang terjadi didominasi gempa dangkal (<60km) dengan magnitudo <5 yang terjadi di Seram Bagian Selatan.

Gempa bumi dengan kedalaman menengah (H>60 km) didominasi di Laut Banda bagian selatan.

Dikatakannya, jumlah kejadian gempa bumi terbanyak, berkekuatan di bawah magnitudo 3 sebanyak 12 kejadian, magnitudo 3-5 dengan 27 kejadian.

BMKG menekankan pentingnya peningkatan pemahaman warga dan pemangku kepentingan mengenai upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak gempa di wilayah tersebut.

Selain itu mengimbau jika terjadi gempa bumi, masyarakat diminta untuk tenang, waspada serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.

Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," katanya.

Jika terjadi gempa bumi, masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta informasi dari BMKG,

"Hingga saat ini tidak ada alat yang dapat memprediksi kejadian gempa bumi secara akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, dan BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi," ujarnya.*

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut

Editor : Daniel


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2024