Ambon (Antara Maluku) - Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini tengah melakukan investigasi terhadap kecelakaan pesawat terbang milik PT. Intan Angkasa yang jatuh dan terbakar di Kota Tual, Maluku pada Minggu, (19/1).

"Rombongan ini terdiri dari tiga orang yang tiba sejak Senin, (20/1) dan sekarang mereka sedang melakukan investigasi guna mengetahui penyebab musibah tersebut," kata Kepala Bandara Dumatubun Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Amran Hamid yang dihubungi dari Ambon, Selasa.

Tim KNKT ini mendatangi lokasi jatuhnya pesawat untuk menyelidik puing-puing yang tersisa serta memeriksa kotak hitam yang menyimpan rekaman pembicaraan terakhir pilot Widi Kurniawan.

Beberapa jam setelah pesawat bermesin tunggal jenis piper dengan nomor register PA-31/IWT milik PT. Intan Angkasa ini terjatuh di kawasan pantai Un, Kota Tual sekitar pukul 12.10 WIT.

Pilot Widi Kurniawan beserta tiga awak lainnya tewas seketika sebab pesawat tersebut jatuh dan terbakar.

"Faktor cuaca juga diperkirakan sebagai salah satu penyebab pesawat carteran itu terjatuh karena wilayah Kota Tual dan Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara saat itu diguyur hujan lebat," katanya.

Amran Hamid mengatakan, untuk mengetahui penyebab musibah tersebut secara pasti nantinya akan diketahui oleh tim KNKT yang sedang melakukan investigasi.

Beberapa jam pascajatuhnya pesawat tersebut, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang Ervan menyatakan keprihatinan mereka dan segera menurunkan tim KNKT untuk melakukan penyelidikan.

Pewarta: Daniel Leonard

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2014