Jakarta (Antara Maluku) - Komisi Eropa, yang merupakan badan eksekutif Uni Eropa, menyatakan bahwa akan ada suatu era baru bagi hubungan penerbangan antara Uni Eropa dan ASEAN dengan terus meningkatnya lalu lintas penerbangan di antara kedua kawasan.

"Lalu lintas penerbangan antara Uni Eropa dan ASEAN meningkat secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir dan telah meningkat hampir dua kali lipat dalam 15 tahun terakhir hingga mencapai lebih dari 10 juta penumpang pada 2012. Bila ditindaklanjuti dengan pengelolaan yang baik, hal ini dapat menjadi era baru bagi hubungan penerbangan kedua kawasan," kata Kordinator Senior Delegasi Uni Eropa untuk ASEAN, Andreas List di Jakarta, Senin.

Andreas mengatakan, dengan total populasi sebesar 1,1 miliar, pasar penerbangan antar Uni Eropa - ASEAN menjadi semakin penting bagi kedua pihak.

"Selain itu, pertumbuhan rata-rata diperkirakan mencapai lima persen per tahun selama 20 tahun mendatang," ujarnya.

Menurut dia, setengah dari pertumbuhan lalu lintas penerbangan dunia selama 20 tahun mendatang diperkirakan sebagai lalu lintas menuju, dari dan dalam kawasan Asia-Pasifik, sehingga kawasan ini akan berada di peringkat teratas dunia untuk lalu lintas penerbangan pada 2030 dan memiliki pangsa pasar sebesar 38 persen.

"Dan ASEAN akan berada di tengah-tengah perkembangan tersebut," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, negara-negara anggota ASEAN memiliki target pasar penerbangan tunggal di kawasan ASEAN pada 2015, dan hal itu akan sangat menyerupai pasar penerbangan tunggal Uni Eropa yang telah dibentuk sejak dua dekade terakhir.

Terkait pembentukan era baru hubungan penerbangan Uni Eropa - ASEAN itu, Komisi Eropa bersama dengan ASEAN akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Penerbangan UE-ASEAN untuk meningkatkan kerja sama politis, teknis, dan industri antara kedua kawasan di sektor penerbangan.

KTT Penerbangan tersebut akan dilaksanakan di Singapura pada 11-12 Februari, dimana kedua pihak akan mengupayakan terbentuknya perjanjian di bidang penerbangan sehingga dapat tercapai suatu konvergensi di antara kawasan Uni Eropa dan ASEAN.

"Hal ini memberikan peluang baru bagi kerja sama antara Uni Eropa dan ASEAN di sektor penerbangan. KTT mendatang juga akan membahas potensi manfaat dari suatu perjanjian itu," ucap Andreas.

Ia menambahkan, dalam dokumen kebijakan tahun 2012 berjudul "The EU`s External Aviation Policy - Addressing Future Challenges", Komisi Eropa mengusulkan agar hal ini kelak akan mengarah pada suatu perjanjian transportasi udara yang komprehensif antara Uni Eropa dan ASEAN.

Beberapa topik utama yang akan dibahas dalam KTT tersebut, antara lain prospek kerja sama UE-ASEAN yang lebih besar, tantangan dan peluang dalam pengelolaan lalu lintas udara dan bandara, peraturan dan potensi kerja sama terkait keselamatan penerbangan.

Peserta KTT asal Eropa diperkirakan hampir mencapai 150 orang yang terdiri dari perwakilan penerbangan, bandara, industri dirgantara, sektor jasa, perwakilan pemerintah pusat negara-negara Eropa, dan semua badan utama Eropa yang bergerak di sektor penerbangan.

Pewarta: Yuni Arisandy

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2014