Ambon, 8/10 (Antara Maluku) - Kerajinan dan makanan khas Provinsi Kalimantan Barat laris terjual di ajang Maluku Expo yang dilaksanakan di Ambon, 4 - 8 oktober 2015.

"Hingga hari ke lima pelaksanaan Maluku Expo antusiasme masyarakat Maluku maupun peserta Pesparawi yang hadir di Ambon sangat baik, terbukti dengan terjualnya kerajinan dan makanan khas Kalimanatan Barat yang ditawarkan dalam pameran," kata salah satu penjaga stand Kalbar, Filemon Sukarti di Ambon, Rabu.

Menurut dia, kerajinan yang ditampilkan berupa aneka gantungan kunci motif perisai dayak, kalung, gelang dan cincin, kaos khas Kalimantan Barat, tas dan dompet, Kotak Tisu dari manik-manik motif dayak, Batik berbagai motif, serta kain tenun dan syal.

Selain itu juga dijual makanan khas Kalbar seperti kerupuk amplang, dodol, dan demang, yang terjual 95 persen sejak hari pertama penyelengaraan.

"Tidak banyak produk yang kita tampilkan, seperti makanan dan pakaian serta kerajinan tangan yang rata-rata makanan sudah 95 persen terjual," katanya.

Filemon mengatakan, Kalimantan Barat yang dikenal wisatawan sebagai Pulau Borneo ini tak hanya memiliki keindahan alam dan kekayaan hasil tambang, tetapi juga menyimpan ragam kerajinan tangan yang etnik dan unik.

Ragam kerajinan itu tak hanya milik suku Dayak saja, namun suku Banjar juga memiliki banyak kerajinan khas yang menarik untuk dijadikan ole-ole.

"Kami bersyukur selama pelaksanaan Maluku Expo antusiasme masyarakat sangat tinggi, produk yang kami bawa ke pameran ini cukup banyak tetapi laris terjual," ujarnya.

Dia mengakui, omzet penjualan selama pameran cukup menjanjikan karena produk yang dibawa juga terbatas dibandingkan antusiasme kunjungan dan daya beli masyarakat.

"Daya beli masyarakat sangat baik karena harga yang ditawarkan kompetitif dan mudah terjangkau untuk kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Hal tersebut seimbang dengan produk yang kami bawa," kata Filemon.

Ia menambahkan, Ambon sesuai ikon "Manise" yang ditampilkan sesuai dengan kenyataan karena masyarakatnya ramah, santun, keamanan dan keragaman yang sangat luar biasa jauh dari image yang selama ini diberitakan.

"Kami disambut dengan sangat baik oleh panitia maupun masyarakat sejak pertama kami tiba, satu hal Ambon itu menyenangkan dan aman untuk dikunjungi," ujarnya.

Pewarta: Rofinus E. Kumpul

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2015