PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon melakukan penambahan dua lintasan perintis, yakni Larat–Wunla dan Dobo–Lamerang, guna memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan di Maluku pada 2026.
“Untuk pengembangan lintasan, ada rencana penambahan Larat–Wunla, kalau Dobo–Lamerang sendiri sejak Januari sudah bisa berjalan dengan baik dan ke depan akan terus dioptimalkan,” kata General Manager (GM) ASDP Ambon Syamsuddin Tanassy, di Ambon, Rabu.
Ia mengatakan, hal tersebut merupakan hasil pembahasan dalam rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan untuk menjawab kebutuhan akses transportasi laut masyarakat di wilayah Maluku Tenggara dan sekitarnya.
Ia menjelaskan, seluruh operasional lintasan perintis dilaksanakan sesuai kontrak dan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Saat ini total terdapat 24 lintasan perintis yang dilayani ASDP di Maluku, terdiri atas empat lintasan di wilayah Ambon, Buru dan Seram, serta 20 lintasan lainnya berada di wilayah Maluku Tenggara.
Dalam menjalankan layanan, ASDP tetap mengacu pada Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 61. Standar tersebut menjadi pedoman baku dalam operasional penyeberangan.
“SPM itu wajib dilaksanakan sesuai ketentuan karena menjadi standar baku pelayanan. Kami juga menerapkan prinsip tiga S, yakni safety, service, dan security sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Berdasarkan data kesiapan armada lintasan perintis wilayah Tual, ASDP menyiapkan sejumlah kapal, yakni KMP Lobster (628 GT, kapasitas 214 penumpang dan 19 unit kendaraan) yang melayani lintasan Tual–Dobo, Dobo–Benjina, Dobo–Serwatu, Dobo–Marasi, Tual–Kur, hingga Kur–Kesui.
Selain itu, KMP Tanjung Madlahar (512 GT, kapasitas 148 penumpang dan 12 kendaraan) melayani rute Tual–Tayando, Tayando–Tam, Tayando–Kur, Kur–Kaimer, Tual–Elat, Tual–Banda Eli, dan Banda Eli–Holat.
KMP Temi (1.148 GT, kapasitas 322 penumpang dan 22 kendaraan) melayani lintasan Tual–Kaimana, Kaimana–Fakfak, Kaimana–Lobo, Tual–Tam, Tam–Mangur, dan Tual–Larat.
Untuk wilayah Maluku Tengah dan sekitarnya, tersedia KMP Samandar (672 GT, kapasitas 200 penumpang dan 14 kendaraan) pada lintasan Waai–Umeputih–Nalahia–Amahai, KMP Danau Rana (284 GT, kapasitas 95 penumpang dan delapan kendaraan) pada lintasan Namlea–Kayeli, serta KMP Layur (176 GT, kapasitas 85 penumpang dan tujuh kendaraan) pada lintasan Wailey–Umeputih.
Secara keseluruhan, ASDP Ambon saat ini mengoperasikan 11 kapal untuk melayani lintasan komersial maupun perintis di Maluku. Pihaknya berharap ke depan terdapat tambahan armada guna mendukung perluasan jaringan layanan, meskipun kebutuhan kapal juga terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia.
Dengan rencana penambahan lintasan tersebut, ASDP optimistis aksesibilitas wilayah kepulauan semakin terbuka dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau-pulau terluar di Maluku.
Editor : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026