Ambon, 14/1 (Antara Maluku) - Harga berbagai jenis komoditi hasil perkebunan Maluku yang ditawarkan para pembeli di Kota Ambon, masih tetap bertahan, kecuali coklat menurun.

Pantauan pada pusat lokasi transaksi terbesar di Kota Ambon, Kamis, tercatat para pembeli masih mematok harga cengkih Rp113.000/Kg, biji pala Rp83.000/kg dan fuli Rp130.000/kg.

Sedangkan, harga coklat pada pekan ini menurun yakni Rp30.000/Kg dari sebelumnya Rp35.000/Kg dan kopra Rp7.000/Kg.

Pengumpul yang biasanya melakukan transaksi pembelian, Rita, mengakui kalau harga berbagai hasil perkebunan Maluku saat ini masih bertahan.

"Kalau cengkih dan biji pala masih biasa saja, belum ada perubahan, walaupun di beberapa lokasi masih memanen," ujarnya.

Rita juga mengakui kalau selama dua tahun belakangan ini harga beli cengkih selalu saja berubah-ubah mengikuti perkembangan pasar.

"Harga cengkih pada akhir Oktober 2015 dipatok Rp120.000/Kg, Namun, sepekan turun lagi Rp112.000/Kg, selanjutnya naik lagi mencapai Rp120.000/Kg dan memasuki pekan kedua November 2015, ternyata turun lagi menjadi Rp115.000/kg," katanya.

Selanjutnya, pada awal Januari 2016 turun lagi menjadi Rp113.000/kg, dan bertahan sampai sekarang.

Selain itu informasi yang diterima dari pembeli di Surabaya bahwa belum adanya perubahan harga cengkih disebabkan karena karena stok cukup banyak.

Perusahaan rokok kretek juga belum membeli cengkih sehingga stok tertimbun di gudang.

"Kami di Ambon selalu membeli hasil perkebunan masyarakat daerah ini dengan mematok harga selalu mengikuti perkembangan di pasar Utama Surabaya. Hasil hasil pembelian di Maluku dijual lagi ke Surabaya," ujar Rita.

Pewarta: John Soplanit

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2016