Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bersama Kepolisian Daerah Maluku (Polda Maluku) meluncurkan Pusat Studi Kepolisian di kampus tersebut sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara dunia akademik dan institusi kepolisian.

Rektor Unpatti Prof Freddy Leiwakabessy di Ambon, Rabu mengatakan hubungan kelembagaan antara Unpatti dan Polda Maluku selama ini telah terjalin secara intens dan produktif melalui berbagai kegiatan akademik, riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang mendukung tugas-tugas kepolisian.

“Peluncuran ini menjadi tonggak legal formal dari kerja sama yang sebelumnya telah dibangun secara substantif. Kami ingin memastikan kolaborasi ini memiliki payung hukum yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut dia, pembentukan Pusat Studi Kepolisian merupakan wujud konkret komitmen bersama dalam menghadirkan ruang kolaborasi ilmiah yang mampu menjawab tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara berbasis riset dan data.

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama tersebut, Unpatti juga menghadirkan “Police Corner” atau Pojok Kepolisian di lingkungan kampus yang berlokasi di gedung perpustakaan universitas.

Police Corner itu diharapkan menjadi pusat informasi layanan kepolisian, edukasi kamtibmas, sosialisasi rekrutmen Polri, hingga penyuluhan pencegahan narkotika dan tindak kriminal lainnya.

“Mahasiswa perlu melihat kepolisian sebagai mitra strategis, bukan institusi yang berjarak dari dunia akademik. Dengan adanya Police Corner, interaksi menjadi lebih terbuka dan edukatif,” kata Rektor.

Kerja sama antara Unpatti dengan Polda Maluku (ANTARA/Dedy Azis)

Selain itu, pihak universitas juga berharap adanya dukungan pelatihan dan pembinaan dari Polda Maluku bagi petugas keamanan kampus guna meningkatkan kemampuan deteksi dini serta pencegahan gangguan keamanan di lingkungan perguruan tinggi.

Sementara itu, Wakil Kepala Polda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni menilai peluncuran Pusat Studi Kepolisian menjadi tonggak penting dalam membangun Polri yang profesional, modern, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Ia menyebutkan tantangan kepolisian ke depan semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, dinamika sosial lintas batas (borderless), hingga karakteristik geografis Maluku yang sekitar 93 persen wilayahnya merupakan lautan.

“Kondisi tersebut menuntut pendekatan dan strategi penanganan yang berbasis riset dan data ilmiah. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan personel, termasuk regulasi terbaru yang mensyaratkan penyidik minimal berpendidikan strata satu (S1), menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat sinergi dengan kampus.

Menurut dia, Polda Maluku terbuka bagi mahasiswa dan akademisi yang ingin melakukan penelitian, magang, maupun kajian ilmiah terkait kepolisian dan isu sosial kemasyarakatan.

“Sinergi antara teori akademik dan praktik lapangan akan menjadi dapur pemikiran strategis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Maluku,” katanya.

Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi penguatan institusi Polri, pengembangan pendidikan tinggi, serta peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Maluku.

 

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis

Editor : Ikhwan Wahyudi


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026