Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku bersama Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 40 Ambon menanam 100 bibit mangrove di pesisir Poka, Teluk Ambon untuk menjaga ekosistem pesisir.

Kepala Dinas Sosial Maluku Affandy Hasanusi di Ambon, Rabu (29/4), mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.

"Penanaman mangrove ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi perlindungan pesisir. Apa yang dilakukan siswa SRMA 40 hari ini adalah bentuk cinta tanah air yang paling nyata. Saat kita menjaga laut, kita sedang menjaga hidup banyak orang," ujarnya.

Affandy menjelaskan kawasan Teluk Ambon memiliki peran penting sehingga keberadaan mangrove perlu dijaga secara berkelanjutan.

Menurut dia, mangrove berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, penahan gelombang, serta habitat berbagai biota laut.

"Teluk Ambon adalah kawasan yang harus dijaga bersama. Mangrove membantu menahan sedimentasi, melindungi garis pantai, dan menjadi tempat berkembang biaknya ikan. Ini sangat penting bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir," katanya.

Selain penanaman mangrove, para siswa juga melakukan aksi bersih pantai sebagai bagian dari pembelajaran lapangan.

Affandy menambahkan keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan bersama.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan pesisir.

Melalui kegiatan ini, ia berharap upaya pelestarian pesisir dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026