Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku menggencarkan uji laboratorium terhadap hewan kurban guna mendeteksi dini penyakit mulut dan kuku (PMK) sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit tersebut di wilayah setempat.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Rabu, mengatakan penguatan pengawasan dilakukan melalui pengujian sampel serum sapi, termasuk 22 sampel yang berasal dari Tual, sebagai bagian dari upaya memastikan kesehatan hewan yang akan dilalulintaskan maupun dipotong saat Idul Adha.
“Pengujian laboratorium ini menjadi langkah strategis untuk mendeteksi secara dini potensi paparan PMK, sehingga tindakan pencegahan dapat segera dilakukan sebelum penyakit menyebar lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan PMK merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus dan menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing dan domba.
Penyakit ini ditandai dengan gejala demam, lepuh pada mulut dan kuku, serta penurunan nafsu makan yang berdampak pada penurunan produktivitas ternak.
Ia melanjutkan, secara umum PMK tidak menular secara signifikan kepada manusia, namun tetap berbahaya karena dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi peternak akibat penurunan produksi daging dan susu, bahkan kematian ternak dalam kasus tertentu.
Dalam pengujian, BKHIT Maluku menggunakan metode ELISA NSP (Non-Structural Protein), yakni teknik yang mampu mendeteksi antibodi spesifik akibat infeksi virus PMK.
Metode ini memungkinkan petugas mengetahui apakah hewan pernah terpapar virus, sehingga pengawasan menjadi lebih akurat dan berbasis data ilmiah.
“Melalui metode ELISA NSP, kami dapat mengidentifikasi paparan virus secara spesifik, sehingga langkah pengendalian dapat dilakukan secara tepat dan cepat,” katanya.
Selain uji laboratorium, BKHIT Maluku juga melakukan pemeriksaan fisik hewan, verifikasi dokumen kesehatan, serta pengawasan lalu lintas ternak antarwilayah guna memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan aman.
Kepala BKHIT Maluku mengajak masyarakat dan peternak untuk turut berperan aktif dalam pencegahan PMK dengan melaporkan kondisi hewan kepada petugas karantina.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan hewan ternaknya untuk diperiksa. Upaya bersama ini penting demi menjaga kesehatan ternak dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026