Ambon (ANTARA) - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon memberikan edukasi kepada anak binaan mengenai bahaya seks bebas sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan membangun perilaku hidup sehat di kalangan remaja.
Kepala LPKA Kelas II Ambon Manuel Yenusi di Ambon, Kamis, mengatakan kegiatan penyuluhan tersebut penting untuk membentuk karakter serta meningkatkan kesadaran anak binaan terhadap kesehatan diri dan risiko pergaulan bebas.
“Anak binaan perlu dibekali dengan pengetahuan yang benar terkait kesehatan remaja dan dampak dari pergaulan bebas. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka dapat memahami risiko yang ada serta mampu mengambil keputusan yang positif bagi masa depan mereka,” kata dia.
Penyuluhan bahaya seks bebas bagi remaja itu dilaksanakan di Gedung Serbaguna LPKA Kelas II Ambon dan diikuti oleh anak binaan dengan antusias. Kegiatan tersebut dibawakan oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada bidang kesehatan, Ayu Sia.
Menurut Manuel, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam program pembinaan anak binaan agar mereka memiliki pemahaman yang baik mengenai risiko pergaulan bebas, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta membangun perilaku yang sehat dan bertanggung jawab.
Sementara itu dalam pemaparannya, Ayu Sia menjelaskan berbagai dampak negatif seks bebas bagi remaja, baik dari sisi kesehatan, psikologis maupun sosial. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami peserta.
“Kami berupaya menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami agar anak-anak binaan dapat lebih terbuka dan memahami pentingnya menjaga kesehatan serta menghargai diri sendiri,” ujar Ayu.
Ia menambahkan, penyuluhan tersebut bertujuan memberikan pemahaman sederhana namun penting kepada anak binaan mengenai bahaya seks bebas dan pentingnya menjaga pergaulan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak binaan jadi lebih memahami tentang potensi dan dampak negatif dari seks bebas dan bagaimana menjaga diri agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah,” katanya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026