Ambon (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku menerapkan aplikasi Srikandi untuk memangkas proses administrasi dan meningkatkan efisiensi layanan di lingkungan kerja.

Perwakilan Tim Sosialisasi Aplikasi Srikandi Fredrick Tulaseket di Ambon, Selasa (5/5), mengatakan pemanfaatan aplikasi tersebut guna mendukung transformasi digital birokrasi, khususnya dalam pengelolaan arsip dan persuratan secara elektronik.

"Penggunaan Aplikasi Srikandi bukan sekadar perubahan alat kerja, tetapi juga perubahan pola pikir. Kita harus siap meninggalkan cara konvensional menuju sistem yang lebih modern, cepat, dan akuntabel," ujar Fredrick.

Ia menjelaskan aplikasi Srikandi merupakan platform nasional yang mempermudah proses administrasi perkantoran secara terintegrasi, mulai dari pembuatan, pengiriman, hingga pengarsipan dokumen secara digital.

Dalam penerapannya, pegawai dibekali pemahaman penggunaan aplikasi, termasuk pengelolaan naskah dinas elektronik dan mekanisme disposisi surat secara digital.

Menurut dia, pemahaman yang komprehensif diperlukan agar implementasi aplikasi dapat berjalan optimal di setiap unit kerja.

Pemanfaatan aplikasi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan karena proses administrasi dan surat-menyurat dapat dilakukan lebih cepat tanpa bergantung pada dokumen fisik.

Selain itu, transparansi meningkat karena status dokumen dapat dipantau secara "real time", sementara keamanan dokumen dijamin melalui penggunaan tanda tangan elektronik.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ini merupakan bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Melalui penerapan aplikasi itu, menurut dia, Kanwil Ditjen Imigrasi Maluku menegaskan komitmennya dalam mendukung digitalisasi birokrasi yang lebih modern dan responsif.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Luqman Hakim

COPYRIGHT © ANTARA 2026