Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara (Malut) menyatakan, berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan BMKG hilal tidak terlihat di Ternate.

“Masyarakat diharapkan menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang akan diumumkan setelah sidang isbat,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Amar Manaf di Ternate, Kamis.

Sesuai hasil pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Kota Ternate, Maluku Utara, menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat.

Pengamatan dilakukan di Tower Observatorium Hilal Stasiun Geofisika, Kelurahan Afe Taduma, Kamis.

Tim pemantau menyatakan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas. Hasil ini menjadi salah satu dasar dalam penentuan awal bulan Syawal yang selanjutnya akan dibahas dalam sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada malam hari.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konjungsi atau ijtima’ terjadi pada pukul 10.23.23 WIT. Sementara itu, matahari terbenam pada pukul 18.41.32 WIT dan bulan terbenam pada pukul 18.51.18 WIT.

Adapun tinggi bulan tercatat 1 derajat 49,51 menit dengan elongasi sebesar 4 derajat 59,75 menit. Meski posisi bulan berada di sebelah utara-atas matahari, namun belum memenuhi syarat visibilitas hilal.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap saling menghormati apabila terjadi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri antara pemerintah dan Muhammadiyah.

“Jangan saling menyalahkan dalam prinsip-prinsip syari. Perbedaan harus disikapi dengan bijak dan penuh toleransi,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman yang hadir dalam pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Kota Ternate, turut mengajak masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai rujukan resmi pemerintah. Ia menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah potensi perbedaan.

Menurutnya, umat Islam di Kota Ternate harus tetap menjaga kerukunan dan toleransi dalam kehidupan beragama. Ia optimistis situasi akan tetap aman dan kondusif meski terdapat perbedaan dalam penetapan hari raya.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Daniel


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026