Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon mengolah limbah batok kelapa menjadi produk bernilai ekonomi melalui program pembinaan kemandirian.
Pelaksana Tugas Kepala Rutan Ambon Jefry Persulessy di Ambon, Senin (4/5), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
"Limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan tersebut kini diolah menjadi produk bernilai guna dan jual, souvenir ini bisa dijadikan pajangan atau hiasan meja maupun rak," kata dia.
Produk yang dihasilkan antara lain hiasan rumah, peralatan rumah tangga, hingga karya seni yang memiliki nilai jual.
Ia menjelaskan warga binaan dibimbing memahami tahapan produksi mulai dari pengumpulan bahan, pembersihan, pengeringan, pemotongan, pembentukan hingga finishing produk.
"Pemanfaatan limbah batok kelapa ini merupakan bentuk inovasi dalam pembinaan. Kami ingin warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu melihat peluang dari hal-hal sederhana di sekitar mereka," ujar dia.
Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan tersebut juga mendorong pembentukan karakter warga binaan seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
Program tersebut juga membuka peluang ekonomi karena hasil kerajinan berpotensi dipasarkan melalui pameran maupun kerja sama dengan berbagai pihak.
Ia menambahkan kegiatan pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian warga binaan sekaligus memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
"Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal nyata ketika mereka kembali ke masyarakat," ujarnya.
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026