Ambon (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku bersama Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam rangka memperkuat ekspor komoditas rempah dari daerah tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Maluku Zainab Usemahu di Ambon, Senin, mengatakan kegiatan asistensi ekspor ini merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan ekspor langsung sekaligus memastikan pelaku usaha mampu memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif.
“Pendampingan ini bertujuan agar pelaku usaha di Maluku semakin siap menembus pasar internasional, baik dari sisi kelengkapan dokumen, standar karantina, hingga kesiapan penanganan komoditas sebelum dikirim,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan asistensi dilakukan oleh Tim Percepatan Ekspor yang terdiri dari BKHIT Maluku, Disperindag Provinsi Maluku, OKKPD Maluku, PT Rahayu dan PT Sucofindo kepada PT Kabong Tanipala Maluku.
Menurut Zainab, PT Kabong Tanipala Maluku segera melaksanakan ekspor langsung untuk kedua kalinya pada Juni 2026, dengan skema pengiriman menggunakan kontainer langsung dari Ambon.
“Ini menjadi kemajuan penting karena seluruh proses ekspor kini dapat dilakukan dari daerah asal, tanpa harus melalui daerah lain,” katanya.
Ia menambahkan salah satu terobosan utama dalam upaya ini adalah tersedianya fasilitas fumigasi di Ambon, yang selama ini menjadi kendala utama bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspor langsung.
“Dengan adanya dukungan lintas instansi, proses fumigasi kini bisa difasilitasi di Ambon, sehingga alur logistik lebih cepat dan biaya distribusi dapat ditekan,” ujarnya.
Sementara itu, BKHIT Maluku menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha serta memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan memenuhi standar kesehatan dan keamanan sesuai ketentuan.
Melalui sinergi berbagai pihak tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak pelaku usaha di Maluku yang mampu melakukan ekspor secara mandiri, sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah di pasar global.
Langkah ini juga dinilai sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis ekspor, khususnya komoditas rempah yang menjadi salah satu unggulan Maluku.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026