Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku terus memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas hewani guna memastikan setiap media pembawa yang keluar maupun masuk wilayah Maluku memenuhi standar kesehatan dan ketentuan yang berlaku.

Kepala BKHIT Maluku, Willy Indra Yunan, di Ambon, Senin, menyatakan bahwa penguatan pengawasan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran distribusi komoditas peternakan antardaerah.

“Setiap komoditas hewani yang dilalulintaskan wajib melalui tahapan pemeriksaan yang menyeluruh, mulai dari verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik, hingga penilaian kelayakan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada potensi penyebaran penyakit hewan ke wilayah lain,” ujarnya.

Salah satu implementasi pengawasan dilakukan terhadap pengiriman 11 ton kulit sapi garaman yang dipastikan siap diberangkatkan menuju Surabaya setelah melalui rangkaian proses pemeriksaan dan pengendalian yang komprehensif. Selain itu, petugas karantina juga melaksanakan pengawasan lalu lintas domestik masuk terhadap komoditas telur yang berasal dari Surabaya dan tiba di Pelabuhan Yos Sudarso.

Pengawasan terhadap komoditas telur dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan dokumen, kesesuaian jumlah, hingga kondisi fisik media pembawa. Petugas memastikan telur yang masuk telah memenuhi persyaratan karantina guna mencegah masuknya hama dan penyakit hewan yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat maupun keberlanjutan sektor peternakan di wilayah Maluku.

Selain itu, dilakukan pula verifikasi terhadap kelayakan kemasan dan sistem pengangkutan guna menjamin mutu serta keamanan produk tetap terjaga selama proses distribusi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Karantina dalam menjaga keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran arus logistik antar wilayah di Indonesia.

Menurut dia, seluruh tahapan pengawasan dilakukan secara sistematis untuk memastikan media pembawa memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan.

“Kami tidak hanya memastikan kualitas komoditas tetap terjaga selama distribusi, tetapi juga memitigasi risiko penyakit hewan yang dapat berdampak luas,” katanya.

Dalam satu bulan terakhir, BKHIT Maluku juga meningkatkan intensitas pengawasan melalui optimalisasi pemeriksaan di pintu pemasukan dan pengeluaran, peningkatan koordinasi dengan instansi terkait, serta penguatan pengawasan dokumen karantina.

Di sisi lain, petugas rutin melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lalu lintas komoditas hewani.

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya bersifat pengawasan, tetapi juga edukatif. Kami ingin memastikan para pelaku usaha memahami pentingnya prosedur karantina sebagai bagian dari perlindungan sektor peternakan nasional,” ujarnya.

Dengan penerapan prosedur yang terstandar dan berkelanjutan, BKHIT Maluku berharap arus distribusi komoditas hewani, termasuk telur dan produk peternakan lainnya, dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan jaminan perlindungan bagi masyarakat dan keberlanjutan sektor peternakan di Indonesia.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026