Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku memperkuat pendidikan karakter siswa melalui peluncuran program “Polisi Mengajar” yang digagas bersama Polda Maluku, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Senin mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Baru saja kita melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan dilanjutkan dengan launching program Polisi Mengajar. Saya sebagai pemerintah daerah sangat mengapresiasi kerja sama ini,” ujar Hendrik usai memimpin upacara Hardiknas di Kota Ambon.
Ia menegaskan program Polisi Mengajar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan dilaksanakan secara berkelanjutan di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Menurutnya, komitmen tersebut diperkuat melalui dialog interaktif bersama para Kapolres dan kepala daerah yang mengikuti kegiatan secara daring, dengan kesepakatan untuk mengimplementasikan program secara serius di wilayah masing-masing.
Hendrik menjelaskan, program ini memiliki nilai strategis karena menghadirkan edukasi langsung dari aparat kepolisian kepada para siswa, terutama terkait bahaya narkoba, pengaruh paham radikal, tertib berlalu lintas, serta etika dalam bermedia sosial.
Implementasi program “Polisi Mengajar”, khususnya oleh Polda Maluku, merupakan pendekatan preemtif dan preventif yang dirancang untuk membentuk karakter, mental, serta meningkatkan kesadaran hukum generasi muda.
Program ini bertujuan menekan angka kenakalan remaja dan potensi konflik sosial, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi Z melalui kehadiran langsung aparat kepolisian di lingkungan sekolah.
Dengan menyasar pelajar sebagai target utama, kegiatan ini menitikberatkan pada pembangunan kesadaran hukum sejak dini, penanaman nilai-nilai karakter bangsa, serta edukasi mengenai bahaya perilaku menyimpang.
Metode yang digunakan pun bersifat interaktif, di mana polisi hadir langsung di ruang kelas sebagai pengajar yang memberikan pembinaan mental dan karakter, bukan sekadar menyampaikan sosialisasi hukum secara formal.
“Materi-materi ini memang sudah diajarkan di sekolah, namun akan lebih efektif jika disampaikan langsung oleh pihak kepolisian yang memiliki kompetensi di bidang tersebut,” kata Hendrik.
Berkaitan dengan hal itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Polda Maluku atas sinergi yang terjalin dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah tersebut melalui sektor pendidikan.
“Peringatan Hardiknas 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menciptakan generasi Maluku yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” kata dia.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026