Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku memaksimalkan pelaksanaan Program Inovasi Untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) guna memperbaiki kualitas pembelajaran di daerah itu, sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Sadali Ie saat membuka Rapat Komite Pengarah Program INOVASI Fase 3 Provinsi Maluku ke-3 di Ambon, Selasa, mengatakan program tersebut menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong transformasi pendidikan melalui penguatan ekosistem pembelajaran di daerah.
“Atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Maluku, saya mengapresiasi semangat kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang diwujudkan melalui Program INOVASI untuk mendorong perubahan positif dalam dunia pendidikan di Maluku,” ujarnya.
Ia menegaskan peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga mitra pembangunan.
Menurut Sadali, Program INOVASI berperan dalam memperbaiki kualitas pembelajaran melalui sejumlah pendekatan, antara lain penguatan kapasitas guru, penerapan metode pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.
“Tantangan terbesar yang akan kita hadapi adalah bagaimana memastikan guru dan tenaga kependidikan melek teknologi. Saya berharap Program INOVASI Fase 3 dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran,” katanya.
Melalui program tersebut, lanjut dia, guru didorong untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan siswa di daerah.
Selain itu Program INOVASI juga memperkuat praktik pembelajaran yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, termasuk di wilayah terpencil, dengan memastikan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
Sadali menambahkan penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter, menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan, karena keberhasilan pendidikan dasar akan menentukan kualitas pada jenjang berikutnya.
“Melalui rapat komite pengarah ini, kita diharapkan dapat memperkuat komitmen dan sinergi dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan di Provinsi Maluku,” ujarnya.
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026