Ternate, 27/4 (Antara Maluku) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku Utara menggandeng Aparatur Sipil Negara di Kota Ternate dalam sosialisasi bahaya narkoba dengan melakukan penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba (Bangwawan).

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Hairuddin Umaternate di Ternate, Kamis mengatakan sosialisasi bahaya narkoba ke para abdi negara ini, karena sejumlah persoalan dibalik maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Strategi terkini yakni relawan anti narkoba sebagai perpanjangan tangan dari BNN dalam mensosialisasikan bahaya dan dampak narkoba.

Selain sebagai penyambung lidah BNNP, para ASN diharapkan juga sebagai informan bagi BNNP dalam mengungkap peredaran narkoba di wilayah Malut.

Hairuddin mengingatkan, dengan berbagai cara dan strategi, bandar narkoba berusaha meregenerasi pasar, dan untuk hal ini para relawan bisa saja tergoda dengan keuntungan yang menggiurkan bisnis haram ini, sehingga komitmen dan kesadaran penuh dan pengetahuan yang cukup adalah syarat bagi para relawan ini.

"BNNP butuh bergandengan tangan bersama bapak ibu untuk upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, relawan juga sebagai motivator dan inisiator di lingkungan kerja termasuk memediasi BNN Provinsi untuk sosialisasi pencegahan dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," katanya.

Oleh karena itu, para relawan ASN ini juga akan diberikan PIN (personal identified number) dan teregister, serta memiliki akses ke BNN, sehingga sebagai ASN terpilih sebagai relawan, harus paham dan terampil seputar permasalahan dan solusi terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," ujar Hairuddin.

Dia menjelaskan jenis dan bahaya narkoba , faktor pemicu, dan berbagai dampak yang ditimbulkan, selain itu dijelaskan juga termasuk jenis narkoba terbaru seperti tembakau gorila yang sudah masuk dalam lampiran Undang undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan penggolongan narkotika dengan penambahan 43 NPS (New Psichoactive Substance) dari 56 jenis NPS yang terdeteksi.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017