Ambon, 8/12 (Antara) - Museum Musik Indonesia (MMI) Malang segera menyerahkan duplikasi lagu-lagu daerah Ambon dan fisik rekaman kepada Ambon Music Office (AMO), untuk ditempatkan di Pusat Dokumentasi Musik Nasional (PDMN) Ambon.

Penyerahan duplikasi lagu dan fisik rekaman merupakan tindaklanjut penandatangan kesepahaman kerjasama dokumentasi musik Maluku antara Museum Musik Indonesia (MMI) Malang dengan Ambon Music Office (AMO) pada 2 Desember 2017, kata Ketua AMO Ronny Loppies di Ambon, Jumat.

Menurut dia, MMI sebelumya telah menjadi nara sumber dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai pembentukan Pusat Dokumentasi Musik Nasional (PDMN) yang telah ditetapkan akan dibangun di kota Ambon tahun 2018.

"Berbagai masukan telah disampaikan oleh para narasumber baik itu Yayasan Irama Nusantara, Pusat Arsip Nsional, Perpustakaan Nasional serta Museum Musik Indonesia yang intinya mendukung pembentukan Pusat Dokumentasi Musik Nasional," katanya.

Ronny menyatakan, MMI telah menyampaikan kesiapan untuk membantu menginventarisasi musisi, album-rekaman dan lagu-lagu yang berasal dari Ambon-Maluku.

Proses dokumentasi tersebut terkait katalog musisi Ambon yang dilengkapi dengan cover, judul album, penyanyi, daftar lagu serta perusahaan atau label musik yang mengorbitkan musisi.

"MMI akan membantu proses dokumentasi fisik rekaman para musisi Maluku dalam bentuk Compact Disk (CD) yang berisi rekaman lagu para penyanyi atau grup musik," ujarnya.

Penandatanganan MOU kerja sama bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) MMI Malang ke dua yang dimeraihkan oleh pegelaran musik oleh Guruh Soekarno Putra (GSP).

Sampai saat ini MMI telah mengumpulkan ratusan koleksi musik dari dalam dan luar Malang, kurang lebih 21.000 koleksi lagu fisik.

Di MMI bisa lihat koleksi rekaman Vinyl, kaset, CD Indonesia dan internasional. Ada juga beberapa instrumen musik nusantara termasuk musik Maluku.

Tak hanya mengoleksi benda-benda musikal,juga berhasil mengumpulkan sejumlah dokumentasi lain, seperti majalah, buku, foto, dan busana artis.

Pewarta: Penina Mayaut

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017