Ambon, 22/12 (Antaranews Maluku) - Bunyi alat musik kerang khas Maluku, tahuri, akan menandai hadirnya tahun baru 2018 dalam satu acara di Jembatan Merah Putih (JMP) yang melintasi Teluk Dalam Ambon.

Kadis Pariwisata Maluku, Habiba Saimima, di Ambon, Jumat, mengatakan, pergantian tahun 2017 ke 2018 diarahkan Gubernur, Said Assagaff diselenggarakan di JMP dengan tanda peniupan tahuri.

"Kami telah berapat untuk mematangkan perayaan pergantian tahun dengan melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Polda Maluku, Kodam XVI/Pattimura, Lantamal IX/Ambon, Lanud, Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX (Maluku dan Maluku Utara), Balai Sungai Wilayah Maluku dan komponen bangsa lainya," ujarnya.

Habiba mengemukakan, bunyi tahuri nantinya dipadukan dengan kembang api, beduk mesjid, lonceng gereja dan seruling kapal sehingga membuat suasana semakin gemerlap sehingga dipromosikan sebagai salah satu pesona wisata Maluku.

"Semarak pergantian tahun menjadi salah satu ikon pariwisata kota Ambon karena bertepatan dengan basudara (saudara) dari daerah lain di Tanah Air maupun mancanegera, terutama Belanda mudik merayakan Natal dan Tahu Baru di kampung halaman," katanya.

Pemprov Maluku untuk melaksanakan pergantian tahun bekerjasama dengan Stasiun TVRI Maluku.

"Dijadwalkan artis nasional asal Maluku, Glenn Fredly akan memeriahkan acara tersebut dan disiarkan langsung oleh TVRI secara nasional," tandas Habiba.

Tahuri adalah alat musik yang unik karena bentuknya yang tidak seperti alat musik lain. Jika ditiup bunyinya pun terdengar nyaring.

Terompet kerang ini berkembang di masyarakat Maluku yang tinggal di kawasan pesisir pada 1958 dengan menggabungkan sejumlah alat musik tradisional lainnya dalam bentuk orkestra yang peragakan anak-anak dan remaja..

Tahuri dimanfaatkan memanggil masyarakat dan dimainkan untuk mengiringi beberapa tarian seperti salah satunya adalah tari cakalele.

Pewarta: Alex Sariwating

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017