Ternate, 3/10 (Antaranews Maluku) - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat, pada September 2018 Kota Ternate mengalami deflasi sebesar 0,01 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 136,70.
Kepala BPS Malut, Misfaruddin di Ternate, Senin, menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Malut, pada pasar tradisional dan pasar modern di Kota Ternate, bulan September 2018 Kota Ternate mengalami deflasi 0,01 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 136,71 pada Agustus 2018 menjadi 136,70 pada September 2018.
Selain itu, pada September 2018, tingkat inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 2,91 persen dan tingkat inflasi Year on Year September 2018 terhadap September 2017 sebesar 3,67 persen.
Dia mengatakan, dari 82 kota IHK, 16 kota mengalami inflasi dan 66 kota mengalami deflasi, inflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,59 persen, Kota Jayapura sebesar 0,45 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Kota Pare-pare sebesar 1,59 persen.
Menurutnya, inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 2,91 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 3,67 persen. Jika diurutkan ternate berada di urutan ke 63 dari kota yang mengalami deflasi.
Sedangkan pada September 2018, Kota Ternate mengalami inflasi pada lima kelompok pengeluaran dan deflasi pada dua kelompok pengeluaran. Kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,80 persen dan kelompok sandang sebesar 0,37 persen.
"Dimana, dari lima kelompok pengeluaran lain mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,23 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa Kota Ternate mengalami inflasi pada lima kelompok pengeluaran dan deflasi pada dua kelompok pengeluaran," ujarnya.
Begitu pula, untuk kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,80 persen dan kelompok sandang sebesar 0,37 persen. Lima kelompok pengeluaran lain yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,23 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,19 persen.
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2018
Kepala BPS Malut, Misfaruddin di Ternate, Senin, menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Malut, pada pasar tradisional dan pasar modern di Kota Ternate, bulan September 2018 Kota Ternate mengalami deflasi 0,01 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 136,71 pada Agustus 2018 menjadi 136,70 pada September 2018.
Selain itu, pada September 2018, tingkat inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 2,91 persen dan tingkat inflasi Year on Year September 2018 terhadap September 2017 sebesar 3,67 persen.
Dia mengatakan, dari 82 kota IHK, 16 kota mengalami inflasi dan 66 kota mengalami deflasi, inflasi tertinggi terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,59 persen, Kota Jayapura sebesar 0,45 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Kota Pare-pare sebesar 1,59 persen.
Menurutnya, inflasi tahun kalender Kota Ternate sebesar 2,91 persen dan inflasi year on year Kota Ternate sebesar 3,67 persen. Jika diurutkan ternate berada di urutan ke 63 dari kota yang mengalami deflasi.
Sedangkan pada September 2018, Kota Ternate mengalami inflasi pada lima kelompok pengeluaran dan deflasi pada dua kelompok pengeluaran. Kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,80 persen dan kelompok sandang sebesar 0,37 persen.
"Dimana, dari lima kelompok pengeluaran lain mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,23 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa Kota Ternate mengalami inflasi pada lima kelompok pengeluaran dan deflasi pada dua kelompok pengeluaran," ujarnya.
Begitu pula, untuk kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,80 persen dan kelompok sandang sebesar 0,37 persen. Lima kelompok pengeluaran lain yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,23 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,19 persen.
Editor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2018