Kalau Anda kaum perempuan yang ingin punya anak, mungkin ada baiknya Anda menghindari pria Jepang. Pasalnya, pria muda negeri matahari terbit kini semakin menjadi Herbivora, label terpasang pada pria pasif yang tidak secara aktif mencari perempuan dan hubungan seksual. Hal itu sendiri merupakan kesimpulan dari data yang terhimpun melalui satu penelitian yang didanai pemerintah Jepang,  belum lama ini. Survei itu menyatakan minat pria muda Jepang untuk berhubungan seks berkurang, dan itu menjadi tambahan peringatan pada negara yang terkenal dengan tingkat kelahiran rendah tersebut. "Hasil survei menunjukkan sekitar 40 persen pasangan menikah mengaku tidak melakukan hubungan seks dalam sebulan terakhir," kata kepala klinik Asosiasi Keluarga Berencana Jepang Kunio Kitamura, di Tokyo, Jumat. "Ini secara langsung berkaitan dengan menurunnya tingkat kelahiran. Pembaruan kebijakan perlu dilakukan," tambahnya, seperti dikutip AFP. Menurut dia, survei dua tahunan menemukan 36,1 persen laki-laki Jepang berusia 16-19 tahun tidak memiliki minat atau bahkan menganggap hina kegiatan seks. Persentase ini melonjak dibandingkan pada 2008 yang hanya 17,5 persen. Dari pihak perempuan, sebanyak 59 persen dalam kategori usia sama menjawab hal serupa, meningkat 12 persen dibanding data 2008. Hasil survei itu pun menjadi kekhawatiran pemerintah Jepang yang ingin mendorong pasangan muda memiliki keturunan agar dapat mengembalikan tingkat kelahiran dan mencegah kemungkinan runtuhnya perekonomian negara. Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah kehamilan sebanyak 1,37 kelahiran per perempuan pada 2009, salah satu peringkat terendah di dunia dan melebihi Amerika Serikat (2,06) dan Prancis (1,97). Tren dipercaya sebagai faktor penyebab utama, khususnya di pedalaman Jepang, di mana perempuan yang melahirkan harus berhenti bekerja, berkurangnya pusat kesehatan anak dan faktor sistematis lainnya. Populasi Jepang sudah berangsur menurun dengan semakin banyak orang muda yang menunda memulai keluarga karena menganggap sebagai beban keuangan, gaya hidup dan karir. Sementara itu, negara yang dikenal dengan mortalitas terlama di dunia itu memiliki populasi manula yang semakin membengkak, sehingga membebani sistem tunjangan kesejahteraan yang didukung oleh menyusutnya populasi tenaga kerja, karena pendapatan pajak yang menurun. Secara umum, survei itu menemukan bahwa seluruh kategori usia menunjukkan kecenderungan minat seksual yang menurun, kecuali pria berusia 30-34 yang terhitung 5,8 persen tidak tertarik dengan seks, lebih baik daripada pada 2008 yang menunjukkan 8,6 persen. Jajak pendapat itu juga menemukan bahwa 40,8 persen pasangan menikah mengatakan mereka tidak berhubungan seks dalam sebulan terakhir, meningkat dari 36,5 persen dalam survei 2008 dan 31,9 persen dalam survei 2004. Hampir 50 persen pasangan menikah yang berusia lebih dari 40 tahun mengatakan mereka tidak melakukan hubungan seks dalam sebulan terakhir, menurut penelitian itu. Ada beberapa alasan mengapa pasangan tidak berhubungan seksual, di antaranya ialah karena keengganan secara tak sadar setelah melahirkan, karena waktunya tidak bisa diganggu, atau karena mereka terlalu letih bekerja, menurut sejumlah responden. Survei itu, dilakukan oleh sekelompok ahli yang didanai oleh kementerian kesehatan, menerima jawaban valid dari 671 lelaki dan 869 perempuan dalam wawancara. Penelitian itu awalnya dirancang untuk menghitung kesuksesan pendidikan keluarga berencana yang bertujuan mengurangi kehamilan yang tidak direncanakan, kata Kitamura. Tetapi tingkat aborsi menurun kemungkinan karena kecenderungan masyarakat yang acuh terhadap seks dan tidak dapat diperhitungkan sebagai nilai sukses pendidikan seks, katanya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026