Puluhan unit kios di Pasar Paso, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, terendam air akibat banjir yang disebabkan akibat hujan lebat sejak Jumat (18/6) malam.
Pantauan ANTARA, Sabtu, arus air banjir cukup deras dan kios-kios itu terlihat terendam air setinggi tumit orang, menyebebkan aktivitas jual beli terhambat.
Meski demikian, para pedagang tetap berjualan sambil memperhatikan ketinggian banjir maupun sampah.
"Kami berjualan tidak bebas karena khawatir banjir bertambah tinggi dan arusnya deras, apalagi sampai saat ini masih mendung, ujar pedagang bernama Lajuma.
Menurut dia, banjir mengakibatkan warga yang biasa belanja enggan keluar rumah sehingga pendapatan pedagang anjlok.
"Sejak pagi hingga siang ini barang yang terjual belum mencapai Rp100.000. Padahal, Sabtu bagi orang Ambon adalah hari pasar," kata Lajuma.
Banjir juga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di Jl Wolter Monginsidi menuju Jl Leo Wattimena, membuat petugas lalu lintas cukup sibuk mengatur arus kendaraan.
Taman ternak milik Pemprov Maluku di daerah Jl Wolter Monginsidi juga terendam air.
Kepala Desa Paso Marthen Sarimanella, saat meninjau lokasi banjir, mengatakan pihaknya telah mengusulkan kepada Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) Jefry Pattiasina agar membangun gorong-gorong di kawasan taman ternak.
"Saya mengusulkan pembangunan gorong-gorong seperti yang ada di kawasan pelabuhan Passo dan kini daerah itu bebas dari banjir tahunan," katanya.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) Jefry Pattiasina mengakui pihaknya telah menerima usul dari Kepala Desa Paso dan sedang mengerahkan stafnya untuk melakukan survei di kawasan taman ternak.
"Kami mengusahakan membangun gorong-gorong seperti di kawasan pelabuhan Passo maupun depan Sekolah Kepolisian Negara (SPN) yang mulai dbangun," katanya.
Patiiasina menambahkan dataran di permukiman warga Desa Paso lebih rendah sekitar tujuh centimeter dari permukaan laut.
"Karena itu bila musim hujan biasa terjadi banjir di daerah itu," katanya.
Hingga Sabtu siang Kota Ambon masih diguyur hujan gerimis sehingga meresahkan masyarakat yang tinggal di dataran rendah dan lereng gunung.
Sejak dua pekan terakhir, hujan lebat yang mengguyur kota Ambon dalam waktu cukup lama telah mengakibatkan dua kali bencana longsor, menewaskan dua balita di kawasan Wara Kuning, Kecamatan Sirimau dan delapan korban lainnya di Batugantung, Kecamatan Nusaniwe.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.