Harga ikan di Ternate, Maluku Utara (Malut) melonjak, menyusul minimnya pasokan ikan dari nelayan dan pengusaha ikan di daerah ini kepada pedagang ikan.
Seorang pedagang ikan di Pasar Gamalama Ternate, Rasima M Nur mengatakan di Ternate, Rabu, mereka terpaksa menjual ikan dengan harga mahal, karena minimnya pasokan ikan dari para nelayan dan pengusaha ikan.
Harga ikan cakalang ukuran sedang misalnya, yang biasa dijual Rp40 ribu per ekor, kini melonjak menjadi Rp80 ribu per ekor, begitu pula ikan bobara yang biasanya mereka juga Rp30 ribu per ekor, kini naik menjadi Rp50 ribu per ekor.
Harga ikan kering juga ikut melonjak. Ikan teri kering misalnya yang biasanya mereka jual Rp40 per kg, kini naik menjadi Rp60 ribu per kg.
Sementara fufu (ikan asap) ukuran sedang yang biasanya Rp20 ribu per ekor, kini naik menjadi Rp35 ribu per ekor.
Salah seorang nelayan di Ternate, Nurdin mengatakan, minimnya pasokan ikan ke pedagang ikan tersebut, karena hasil tangkapan mereka dalam beberapa hari terakhir ini menurun.
Turunnya pasokan ikan tersebut menyusul adanya cuaca buruk yang terjadi di perairan Ternate dan Halmahera yang menjadi tempat para nelayan dalam mencari ikan.
Selain itu, para nelayan juga sering kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan yang mereka butuhkan, sehingga memaksa mereka untuk mengurangi lamanya menangkap ikan.
Mahalnya harga ikan tersebut mendorong warga Ternate untuk beralih membeli ayam potong, karena harga ayam potong masih relatif terjangkau yakni Rp28 ribu per ekor.
"Kalau membeli ayam potong satu ekor dengan harga Rp28 ribu, justru bisa cukup untuk makan bagi keluarga sehari, sedangkan kalau membeli ikan dengan harga itu hanya cukup sekali makan," kata salah seorang warga Ternate, Ismail.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.