"Realisasi nilai ekspor komoditi non migas Maluku selama bulan Agustus 2011 hanya sebesar 5,06 juta dolar sedangkan realisasi impornya mencapai 31,11 juta dolar," kata Kabid Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Sammy Sahertian di Ambon, Selasa.
Jika dibandingkan dengan defisit selama bulan Juli 2011 sebesar 11,24 juta dolar maka defisit yang terjadi di bulan Agustus ini mengalami peningkatan sekitar 131,63 persen.
Kalau dibandingkan dengan defisit secara year on year neraca perdagangan Maluku pada Agustus 2011 dengan bulan yang sama tahun lalu senilai 4,81 juta dolar, maka besaran defisit yang terjadi tahun ini naik sekitar 441,29 persen.
Menurut Sammy, neraca perdagangan luar negeri Maluku akan mengalami surplus kalau ada kegiatan ekspor komoditi minyak mentah ke Malaysia seperti yang terjadi bulan Juni 2011.
"Ketiadaan ekspor komoditi minyak mentah pada bulan Juli dan Agustus tahun ini, dan di sisi lain terjadi aktivitas impior bahan bakar premium tanpa timbal dari Malaysia dan Singapura secara konsisten setiap bulannya mengakibatkan besaran defisit neraca perdagangan luar negeri Maluku terus meningkat," katanya.
Selain itu, komoditi non migas andalan Maluku berupa ikan dan udang beku atau kerapu selama ini belum mampu menembus pasaran potensial di Eropa atau Timur Tengah, tapi lebih didominasi ke Thailand, Vietnam, Jepang, Korea dan sejumlah negara Asia lainnya.
Khusus untuk neraca perdagangan luar negeri Maluku periode Januari - Agustus 2011 mencapai 102,74 juta dolar, lebih kecil bila dibandingkan dengan besaran defisit neraca perdagangan luar negeri periode yang sama tahun lalau senilai 168,99 juta dolar.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.