"Sebagian dari para tenaga perawat ini sempat menjadi relawan untuk membantu menangani korban bencana dahsyat di wilayah timur Jepang 11 Maret 2011," kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yoshinori Katori di Ambon, Sabtu.
Kehadiran para perawat yang sudah cukup pandai dalam mempelajari dan menggunakan Bahasa Jepang ini juga sangat mendapat sambutan hangat masyarakat setempat serta menyatakan terima kasih atas partisipasi mereka menjadi relawan ketika terjadi gempa tektonik di wilayah timur negara itu.
Selain bidang kesehatan, Jepang juga memiliki ikatan yang kuat dengan Indonesia di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Menurut Dubes Yoshinori, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang saat ini sebanyak 2.162 orang sesuai data 1 Mei 2011 dan sekitar 60 persen dari mereka memilih bidang sains, sementara jumlah mahasiswa tahun 1997 hanya mencapi 1.070 orang.
"Kami akan berusaha meningkatkan jumlah mahasiswa asal Indonesia untuk belajar ke Jepang, sebab menurut rangking asal negara mahaiswa di sana, Indonesia hanya menduduki rangking ke delapan dan untuk negara tingkat Asean hanya masuk peringkat empat untuk jumlah mahasiswanya," kata Dubes.
Untuk jumlah orang yang belajar program Bahasa Jepang di Indonesia sebanyak 720 ribu orang dan menempati peringkat ketiga dunia dan itu artinya dari lima orang yang belajar Bahasa Jepang di luar negeri, salah satunya adalah orang Indonesia.
"Kami menyambut gembira tingginya minat siswa untuk belajar bahasa dan budaya Jepang sehingga tiap tahun diselenggarakan lomba pidato Bahasa Jepang, tapi Dubes juga berharap lebih banyak mahasiswa Jepang datang ke Indonesia untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan masyarakat di negara ini," katanya.
Dubes Yoshinori yang didampingi stafnya, Ayako Mazuda bersama rombongan melakukan kunjungan tiga hari ke Maluku dengan sejumlah agenda di antaranya menemui Kapolda Maluku Brigjen Polisi Syarief Gunawan, Rektor Unpatti Prof HB Tetelepta dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu.
Selain itu, Dubes juga mengunjungi proyek Pela-Gandong yang didanai pemerintah Jepang United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) melalui dana kemanusiaan International Labour Organization (ILO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Desa Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan, Rabu (1/2).
Kunjungan kerja ini sekaligus untuk melihat pelaksanaan proyek Pela-Gandong berupa realisasi standar hidup minimum bagi komunitas yang kurang mampu melalui pembangunan perdamaian dan pengembangan ekonomi pedesaan.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.