Sekretaris Persiter Ternate, Hasbi Yusuf mengatakan di Ternate, Minggu, pihaknya berencana akan menggelar kompetisi lokal pada Februari 2012 nanti yang diikuti oleh klub di bawah naungan Persiter, dari kompetisi ini diharapkan lahir pemain-pemain berprestasi dan berbakat untuk kemudian memperkuat Persiter.
Persiter sebelumnya, telah menjadwalkan kompetisi antar klub digelar pada Desember 2011 lalu, namun berbenturan dengan berbagai agenda Persiter, salah satunya pengukuhan pengurus sehingga jadwalnya ditunda hingga Februari 2012.
Menurutnya, Klub yang akan ikut kompetisi di bawah naungan Persiter Ternate itu terdiri dari divisi I dan divisi II Persiter dengan pemainnya di bawah umur 23 tahun.
Selain itu, kata Hasbi, Persiter punya keinginan kuat agar Persiter tetap ikut kompetisi di bawah naungan PSSI, karena sebagian pendukung Persiter mendesak manajemen Persiter untuk mengikutkan Persiter di Liga Indonesia, karena Persiter tidak mungkin selamanya mengharapkan dukungan dana dari APBD Kota Ternate.
"Manajemen Persiter akan mengupayakan untuk kembali aktif mengikuti kompetisi nasional, meskipun harus memulai dari divisi III tahun ini, dengan mengutamakan pemain local," kata Hasbi.
Manajemen Persiter Ternate berencana untuk aktif di kancah Liga Indonesia, menyusul adanya keinginan masyarakat agar kesebelasan kebanggaan masyarakat Maluku Utara (Malut) ini bisa mengulang sukses seperti empat tahun lalu.
Hasbi mengatakan, Persiter memang menghadapi masalah pendanaan, bahkan akibat masalah pendanaan itu, Persiter memutuskan batal ikut Liga Super Indonesia (LSI) sejak tahun 2008. Namun, manajemen Persiter telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah pendanaan itu, diantaranya dengan membentuk badan pengelola Persiter, yang salah satu tugasnya adalah mencari dukungan dana untuk Persiter.
Persiter Ternate tahun 2007 lolos LSI, namun tahun 2008 tidak bisa lagi mengikuti lagi LSI karena tidak memiliki dana untuk operasional dan mengontrak pemain. PSSI kemudian mendegradasi Persiter Ternate hingga ke divisi III, karena selama tiga tahun tak aktif.
Ia menambahkan, Persiter Ternate dulu tidak mengalami kesulitan dana karena Pemkot Ternate selalu mengalokasikan dana untuk klub itu melalui APBD, sedikitnya Rp15 miliar per tahun.
Akan tetapi, kata Hasbi, bantuan itu terhenti setelah adanya larangan dari pemerintah untuk membantu klub sepakbola dari dana APBD.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.