Ambon (Antara Maluku) - Dinas Kesehatan Maluku menyatakan wabah demam berdarah dangue (DBD) saat ini sudah menyerang tiga daerah di provinsi ini, mengakibatkan lima orang meninggal dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit.

Kadis kesehatan Maluku, dr.Pontoh, di Ambon, Minggu, mengatakan, tiga daerah tersebut adalah Maluku Tenggara, Buru dan Maluku Tenggara Barat.

Ia juga menyatakan Maluku Tenggara telah masuk katagori Kejadian Luar Biasa (KLB) karena korban meninggal lima orang, puluhan lainnya menjalani perawatan di rumah sakit dan wabahnya menular di sejumlah daerah.

Sedangkan di desa Namtabung, kecamatan Selaru, kabupaten Maluku Tenggara Barat ditemukan tiga kasus, begitu pun di Namlea, ibu kota kabupaten Buru juga ditemukan tiga kasus.

Dr.Pontoh mengatakan, tiga tim telah diberangkatkan ke Langgur, ibu kota kabupaten Maluku Tenggara sejak 23 Februari 2012.

Tim diberangkatkan dengan KM. Irama membawa juga obat - obatan dan peralatan. Obat pembasmi nyamuk Aides Aigepty yang dibawa tim antara lain fogging sebanyak tiga 3 drum dan abate empat buah gallon.

Dinkes Maluku juga akan mengirimkan obat - obatan maupun peralatan ke Maluku Tenggara Barat dan Namlea.

Obat-obatan yang diminta oleh RS di Namlea antara lain cairan infuse. Selain cairan infuse, Dinkes juga akan mengirim obat fogging dan abate guna mengatasi penyebaran DBD.

"Satu staf sudah dikirimkan ke Saumlaki, ibu kota kabupaten Maluku Tenggara Barat, sedangkan obat - obatan dan peralatan masih menunggu kapal," ujar dr.Pontoh.

Dinkes Maluku sejak 23 Februari 2012 telah melaporkan KLB DBD kepada Menteri Kesehatan RI di Jakarta dengan surat Nomor: 443/ /Dinkes II/2012.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa terhitung 9 Desember 2011 hingga 22 Februari 2012, telah dirawat sebanyak 53 pasien kasus DBD di RSU Karel Satsuitubun sebanyak 39 penderita dan RS Hati Kudus Langgur sebanyak tujuh penderita. Lima penderita diantaranya meninggal dunia.

Sementara upaya-upaya yang telah dilakukan Dinkes untuk menanggulangi KLB DBD di kota Langgur adalah melakukan sosialisasi penanggulangan kepada masyarakat, pemeriksaan pasien suspek DBD dan penanganan pasien positif DBD di rumah sakit dan investigasi kejadian pada 18 Desember 2011 maupun 15 - 17 Februari 2012.

Kadis Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, dr. M.K Notanubun mengatakan, posko penanggulangan DBD telah menyalurkan bubuk abate ke seluruh puskesmas untuk diteruskan kepada masyarakat serta melakukan pengasapan (fogging) di daerah-daerah yang terdapat para penderita DBD.

"Kami juga melibatkan anak-anak pramuka di Kota Langgur untuk membagikan bubuk abate di setiap rumah penduduk, menyebarkan leaflet dan memberikan imbauan serta seruan kepada para tokoh agama untuk disosialisasikan kepada masyarakat," katanya.


Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026