Pelaksana tugas (Plt) Kadis Penerangan Lantamal IX, Letda Laut (KH) Ivan Noviyanto di Ambon, Rabu, mengatakan, kegiatan yang dilakukan setiap enam bulan itu bertujuan melindungi warga Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IX dari gigitan nyamuk, terutama pembawa virus malaria karena Maluku merupakan wilayah endemis penyakit tersebut.
"Pengasapan telah dilaksanakan sejak Sabtu (31/3) lalu dan akan berlanjut hingga seluruh kompleks Lantamal bersih dari nyamuk dan jentiknya," kata Ivan Noviyanto.
Ivan Noviyanto mengatakan, tim pengasapan terdiri atas enam orang yang dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan dua orang.
"Asap yang dikeluarkan mengandung obat cynop. Obat ini efektif membasmi nyamuk sampai ke jentik-jentiknya," katanya.
Dalam kegiatan tersebut warga Mako Lantamal IX juga diminta berpartisipasi untuk membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi persembunyian nyamuk dan pembiakan jentiknya.
Warga melaksanakan gerakan 4M seperti yang dianjurkan pihak Diskes, yakni membersihkan, menguras, menutup, dan menguburkan barang yang dapat menampung air.
Warga lalu menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur kaleng-kaleng yang sudah tidak terpakai.
Mereka juga diarahkan untuk membiasakan hidup sehat dengan cara mengkonsumsi makanan berkadar gizi seimbang, olahraga teratur dan tidak tidur di pagi dan sore hari karena nyamuk malaria beroperasi pada waktu-waktu tersebut.
16.500 positif malaria
Provinsi Maluku memang wilayah endemis Malaria. Pada 2010 tercatat sebanyak 16.500 orang di daerah itu positif menderita malaria.
Kadis Kesehatan Provinsi Maluku, kala itu dijabat Fat Basalamah mengatakan, di daerah itu jenis penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina ada dua jenis yakni malaria tertiana atau vivax dan tropikana atau falciparum. Sebagian besar temuan di Maluku merupakan vivax.
"Di Maluku yang terbanyak kasus vivax. Kecuali di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) temuannya falciparum. Perbandingan antara vivax dan falciparum berkisar 10 banding 2," katanya.
Ia mengatakan, obat untuk pasien malaria diberikan secara gratis karena dana bantuan dari organisasi internasional Global Fund kepada Kementerian Kesehatan dalam upaya pemberantasan tiga penyakit yakni malaria, tubercolosis (TB) dan HIV/Aids.
"Masyarakat yang ingin berobat datang saja ke puskesmas terdekat. Bila dilakukan pemeriksaan laboratorium ternyata positif malaria, akan diberikan obat secara gratis," katanya.
Malaria merupakan infeksi sel darah merah oleh plasmodium. Selain disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina, penularan penyakit tersebut dapat melalui suntikan dengan jarum yang sebelumnya telah digunakan oleh penderita malaria dan transfusi darah yang terkontaminasi.
Penyebab malaria diidentifikasi akibat empat jenis protozoa parasit yakni plasmodiaum vivax, ovale, falciparum dan malariae.
Menurut Fat Basalamah, plasmodium falciparum merupakan infeksi paling berbahaya dan dapat menyebabkan penderitanya mengalami gangguan jiwa.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan di lingkungannya guna mencegah berkembangnya nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit malaria.
Sementara itu kasus DBD di Maluku berada pada posisi terendah se-Indonesia.
Basalamah mengatakan, dilihat dari grafiknya, jumlah kasus di daerah ini nol persen, tapi jika dihitung per kasus, temuan DBD pada 2010 sebanyak 32 kasus.
Pewarta: Rosni Marasabessy: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.