Ambon (Antara Maluku) - Kegiatan transaksi emas di toko - toko dan pedagang pinggiran di Kota Ambon terlihat masih sepi.

Pantauan ANTARA Ambon, Rabu, banyak pedagang emas di toko maupun pedagang emas pinggiran yang biasanya melakukan transaksi di depan kantor Perum Pegadaian Cabang Ambon di kawasan Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau, terlihat sepi dari pengunjung.

Daeng (55), pemilik toko emas Mujur Jaya yang terletak di depan pintu masuk Matahari Ambon Plaza saat menjelaskan, penjualan maupun pembelian emas di Ambon belakangan ini sangat sepi.

"Sejak bulan Mei, kegiatan transaksi logam mulia ini sepi, kalapun ada hanya satu atau dua orang itu pun melakukan pembelian sebatas cincin atau gelang tangan dengan ukuran berat mencapai empat hingga lima gram," ujarnya.

Biasanya, menurut Daeng, transaksinya sangat ramai jelang perayaan hari - hari besar keagamaan, seperti perayaan Idul Fitri, Natal dan tahun baru, tapi kalau hari biasa sepi.

Harga emas yang ditawarkan sebesar Rp540.000 per gram, sedangkan harga yang dibeli dari masyarakat sedikit menurun dan bervariasi karena karena tergantung barangnya masih dalam keadaan utuh atau sudah rusak.

Ny. Mei (35) yang sehari-hari melakukan transaksi jual-beli emas di depan kantor Perum Pegadaian Ambon mengaku, transaksi jual-beli logam mulia itu sepi sejak awal bulan ini.

"Saya sudah beraktivitas sejak pagi pukul 9.00 WIT dan hingga siang ini belum ada warga yang membeli maupun menjual emas mereka," katanya.

Dia mengaku, transaksi dalam dua hari terakhir sangat minim dan tidak sebanding  saat menjelang hari besar keagamaan.

"Nanti kita lihat pada awal Juli saat memasuki liburan sekolah, biasanya para orang tua juga membutuhkan dana untuk membiayai anak-anak mereka,"ujarnya.


: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026