"Transaksi jual beli emas sekarang ini agak sepi," kata Hamid, pemilik Toko Emas Mujur di kawasan Plaza Ambon,Senin.
Menurutnya, transaksi biasanya marak saat menjelang hari raya keagamaan dan memasuki tahun baru.
"Kalau hari raya Idul Fitri dan Natal biasanya masyarakat membeli emas untuk berdandan dan ada pula yang menjual untuk mendapatkan uang tunai agar bisa berbelanja kebutuhan menyambut perayaan hari raya," ujarnya.
Sedangkan menjelang masuk liburan sekolah biasanya masyarakat menjual untuk memperoleh dana agar bisa membantu menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi.
"Hal ini terjadi setiap tahun pak, apalagi pendaftaran murid baru memerlukan dana yang tidak sedikit," katanya.
Hamid menjelaskan, emas yang dijual ini dipasok dari Makasar sesuai dengan pesanan yang diinginkan.
Menurutnya, emas dalam bentuk cincin, anting, kalung, gelang maupun corak lainnya di cetak di Makasar oleh tukang yang sudah kerja sama selama ini.
"Biasanya dipesan seberat satu Kg, kemudian dicetak sesuai pesanan. Setelah ada informasi barangnya selesai dicetak, saya sendiri yang berangkat ke Makasar untuk mengambilnya," ujarnya.
Paling lambat, lanjutnya, tiga kali dalam setahun ia menerima pasokan dari Makasar.
Harga emas dipatok Rp540.000 per gram, sedikit lebih mahal dari harga yang dipatok pedagang emas pinggiran yang hanya Rp450.000 hingga 475.000 per gram.
Sedangkan emas yang dijual masyarakat seperti cincin, anting maupun kalung dipatok harga Rp420.000 per gram.
Dewi, pedagang emas pinggiran yang ditemui di lokasi depan kantor cabang Pegadaian, menyatakan emas yang dibeli baik cincin, kalung, anting maupun bentuk lainnya yang masih utuh seharga Rp400.000 per gram, tetapi kalau tidak utuh lagi atau patah harganya turun menjadi Rp360.000 per gram.
Hasil pembelian ini selanjutnya dijual kembali dengan harga Rp450.000 per gram.
"Harga beli emas dipatok sesuai perkembangan harga yang diterapkan di toko - toko emas," ujarnya.
: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.