Ambon (Antara Maluku) - Meskipun realisasi nilai ekspor Maluku selama Mei 2012 mencapai 8,38 juta dolar Amerika Serikat (AS), nilai impor yang lebih besar menyebabkan neraca perdagangan luar negeri daerah ini mengalami defisit 35,12 juta dolar.

"Selama bulan Mei memang terjadi peningkatan realisasi nilai ekspor sekitar 17,86 persen dari bulan April 2012, tapi masih lebih kecil dibanding realisasi nilai impor Maluku yang mencapai 43,50 juta dolar," kata Kabid Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik Maluku, J. Sahertian di Ambon, Jumat.

Besaran defisit neraca perdagangan Maluku periode Mei tahun ini juga ternyata jauh lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu sebesar 9,75 juta dolar.

Menurut Sahertian, penyumbang terbesar defisit akibat adanya ketidakseimbangan nilai ekspor dan impor, terutama dari kelompok bahan bakar mineral.

"Defisitnya neraca perdagangan luar negeri Maluku yang makin besar ini datang dari transaksi ekspor-impor dengan tiga negara utama yakni Malaysia, Vietnam serta Singapura yang memberikan kontribusi terbesar," katanya.

Untuk periode Januari-Mei 2012, defisit neraca perdagangan luar negeri Maluku juga mengalami peningkatan hingga menembus level 116,52 juta dolar dan lebih besar dibanding periode yang sama tahun 2011 senilai 94,55 juta dolar.

Kondisi seperti ini akan sulit berubah, atau terjadi surplus neraca perdagangan luar negeri Maluku sepanjang tidak ada kegiatan ekspor minyak mentah ke luar negeri, sementara kebutuhan masyarakat akan premium terus meningkat sehingga pembelian dari Singapura tak bisa dibatasi.

Buktinya realisasi nilai impor komoditi migas dan non migas Maluku selama bulan Mei 2012 mencapai 43,50 juta dolar Amerika Serikat atau naik 11,57 persen dibanding posisi bulan April, bahkan nilai impor Maluku bulan Mei tahun ini juga mengalami peningkatan sekitar 113,57 persen dibading periode yang sama tahun 2011.

"Instansi terkait di Pemprov Maluku juga perlu mencari peluang pasar baru untuk mengkespor aneka jenis komoditi non migas unggulan daerah ini," kata Sahertian.


Pewarta: Daniel Leonard
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026