"Volume sampah ini meningkat dari 548 kubik per hari menjadi 565 kubik per hari, sehingga diperlukan perhatian dan kerja keras petugas kebersihan," katanya, di Ambon, Sabtu.
Menurut Lantu, hasil evaluasi April - Juni 2012 menunjukkan adanya kenaikan volume sampah sebanyak 17 kubik.
"Jumlah ini juga belum termasuk produksi sampah seluruh warga kota di lima kecamatan, karena saat ini petugas hanya melayani angkutan sampah untuk empat kecamatan," katanya.
Ia menyatakan, pekerjaan petugas kebersihan semakin berat sehubungan adanya program "Benahi Ambon" yang menjadi prioritas pemerintah daerah menjadikan Kota Ambon bersih di siang hari dan terang di malam hari.
"Program bersih di siang hari jelas membutuhkan kerja ekstra dari petugas kebersihan," katanya.
Rute angkut sampah, lanjutnya, dimulai dari kawasan Taman Makmur dan Air Salobar di kecamatan Nusaniwe hingga Negeri Laha di kecamatan Teluk Ambon.
"Kendala kami adalah armada angkut yang tidak memadai sehingga saat ini hanya bisa menjangkau beberapa kawasan, sedangkan kawasan pegunungan belum dapat dilayani. Selain itu, kesadaran masyarakat akan kebersihan juga masih rendah," ujarnya.
"Walaupun petugas setiap saat melakukan pembersihan, namun jika tidak didukung dengan kesadaran masyarakat, maka kerja keras tersebut akan sia-sia," katanya.
Lantu menambahkan, pihaknya juga terus berupaya melakukan sosialisasi kepada warga kota tentang waktu membuang sampah.
"Sosialisasi ini diwujudkan melalui waktu tepat membuang sampah, mengemas sampah, dan yang utama yakni proses memilah sampah mulai dari dalam rumah hingga ke TPS," katanya.
Pewarta: ANTARA: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.