Ternate (Antara Maluku) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar pasar murah sebagai salah satu upaya membantu masyarakat kurang mampu di daerah ini dalam mendapatkan kebutuhan pokok selama Ramadan.

"Pasar murah hari ini kita gelar di wilayah Susupu, Kabupaten Halmahera Barat. Pada pasar murah ini kita menyiapkan kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran," kata Kadis Perindag Provinsi Malut, Martinus Djawa ketika dihubungi dari Ternate, Kamis.

Disperindag Malut sebelumnya menggelar pasar murah serupa di Sofifi, ibukota Provinsi Malut. Pasar murah di daerah itu banyak diserbu oleh warga setempat, khususnya warga kurang mampu.

Ia mengatakan, menjelang Idul Fitri nanti, Disperindag Malut akan menggelar lagi pasar murah, namun lokasinya belum ditentukan, karena tim Disperindag Malut masih melakukan survey lokasi yang akan menjadi tempat pasar murah itu.

Pasar murah yang digelar Disperindag Malut tersebut dananya selain dari APBD Malut, juga dari Kementerian Perdagangan. Khusus dari APBD Malut disiapkan anggaran sebesar Rp500 juta.

"Pada hari raya Natal dan tahun baru nanti, Disperindag Malut juga akan menggelar pasar murah yang akan diprioritaskan pada daerah yang masyarakatnya mayoritas non muslim," katanya.

Disperindag Malut telah pula meminta kepada Disperindag kabupaten/kota di Malut, termasuk kalangan dunia usaha untuk melakukan operasi pasar murah di daerah masing-masing selama Ramadan ini.

Masalahnya, kata Martinus, masyarakat di semua kabupaten/kota di Malut sangat membutuhkan pasar murah itu, karena harga kebutuhan pokok selama Ramadan, terutama jelang Idul Fitri biasanya melonjak.

Sementara itu, pemantauan di sejumlah pasar di Ternate, menunjukkan harga kebutuhan pokok pada Minggu kedua Ramadan ini stabil, kecuali telur yang harganya melonjak dari Rp1.400 per butir menjadi Rp2.500 per butir, akibat kelangkaan stok.


Pewarta: La Ode Aminuddin
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026