"Transaksi jual beli emas sekarang ini agak sepi," kata Hamid, pemilik Toko Emas Mujur di kawasan Plaza Ambon,Jumat.
Menurutnya, masyarakat di Kota Ambon ini sudah terbiasa untuk melakukan transaksi emas seminggu menjelang hari raya Idul Fitri, begitu juga saat perayaan Natal.
Karena itu sudah menjadi hal yang biasa setiap tahun dimana masyarakat membeli emas untuk berdandan dan ada pula yang menjual untuk mendapatkan uang tunai agar bisa berbelanja kebutuhan menyambut perayaan hari raya.
Harga emas yang ditawarkan bagi para pembeli mencapai Rp540.000 per gram, sedikit lebih mahal dari harga yang dipatok pedagang emas pinggiran yakni Rp450.000 hingga 475.000 per gram.
Sedangkan harga emas yang dibeli dari masyarakat seperti cincin, anting maupun kalung dipatok harga Rp420.000 per gram.
Ahmad, pedagang emas pinggiran yang kesehariannya mangkal di emperan toko Ciwangi di jalan J. Latuharhari mengatakan, selain jual beli, pedagang seperti dirinya juga menjual jasa perbaikan berbagai perhiasan emas.
"Jadi kalau ada warga yang mempunyai cincin atau giwang yang patah kami solder dan harganya tergantung tingkat kerusakan, satu titik Rp20.000," ujarnya.
Ahmad mengatakan, situasi seperti ini sama seperti saat menjelang masuk sekolah, dimana masyarakat menjual untuk memperoleh dana agar bisa membantu menyekolahkan anak.
"Hal ini terjadi setiap tahun pak, apalagi pendaftaran murid baru memerlukan dana yang tidak sedikit," katanya.
Ahmad mengatakan, emas yang dibeli baik cincin, kalung, anting maupun bentuk lainnya yang masih utuh seharga Rp400.000 per gram tetapi kalau tidak utuh lagi atau patah harganya turun yakni Rp360.000 per gram.
Hasil pembelian ini selanjutnya dijual kembali dengan harga Rp450.000 per gram.
"Harga beli emas dipatok sesuai perkembangan harga yang diterapkan di toko - toko emas," ujarnya.
Ia mengaku, selama minggu ini sudah baru berhasil membeli 10 gram emas dan sudah menjual kembali sebanyak enam gram dalam bentuk sebuah cincin dan anting yang kebetulan masih utuh dan sesuai dengan kadar emasnya dengan harga Rp450.000 per gram.
Pewarta: ANTARA: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.