"Saya jadi bingung ketika mendengar jumlah tagihan rekening yang dibayarkan mencapai angka Rp1,4 juta, padahal setiap bulannya hanya menyetor Rp175.000," kata Sandi, karyawan Toko 'Oke Shop' di kawasan A.Y Patti, Ambon, Kamis.
Warga lainnya, Ny. Baharuddin mengaku bingung dengan kenaikan jumlah tagihan tarif rekening listrik yang mencapai Rp1 juta lebih, sedangkan setiap akhir bulan biasanya hanya membayar Rp40.000 hingga Rp200.000.
Kondisi serupa juga dialami Ny. Supamena yang mendatangi kantor PLN Rayon Timur Pulau Ambon untuk melakukan koreksi sebab terjadi kenaikan harga listrik yang mendadak dan dinilai tidak rasional.
"Setahu saya, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan baru untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL), tapi kenapa PLN harus mematok nilai tagihan rekening yang begitu tinggi dan membingungkan banyak pelanggan," kata Baharuddin.
Mereka memakai mesin cuci, kulkas, pengatur suhu udara (Air Conditioning), setrika listrik, komputer dan barang elektronik lainnya di rumahnya, sehingga bisa memaklumi bila ada kenaikan tarif rekening, tapi tidak sampai berlipat ganda seperti saat ini.
"Membayar rekening listrik setiap bulan sudah menjadi kewajiban kami sebagai pelanggan tapi jangan sampai menaikkan harganya seperti ini, kalau ada kenaikan TDL maka perlu disosialisasi terlebih dulu," ujar Baharuddin.
Puluhan pelanggan ini melakukan pembayaran rekening listrik di berbagai tempat seperti Kantor Pos dan Giro, warnet dan BRI.
Ketika dikonfirmasi hal itu, Kepala Rayon PLN Wilayah Timur Kota Ambon, Hans Soselisa, belum bisa dihubungi, namun salah satu petugas koreksi mengakui kalau kenaikan harga rekening sejumlah pelanggan ini diakibatkan kesalahan petugas yang mengecek meteran lampu di lapangan.
Buktinya ada pelanggan yang melakukan koreksi sambil membawa catatan angka meteran listrik terakhir yang ternyata lebih kecil dari angka meter yang dicatat petugas lapangan sehingga langsung dilakukan koreksi untuk penyesuaian.
"Petugas yang mengecek meteran ini merupakan pihak ketiga yang dilibatkan PLN dan pekan lalu ada salah satu di antara mereka yang salah melalukan pencatatan angka meteran sehingga dipecat, kemudian PLN melakukan rotasi wilayah kerja bagi para petugas lapangan," kata seorang petugas yang enggan disebutkan namanya.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.