Ambon (Antara Maluku) - Sekretaris Daerah Maluku Ros Far-Far menyatakan stok bahan bakar minyak di daerah ini terjamin dan tim ekonomi pemprov intensif melakukan pemantauan agar kesulitan minyak tanah selama sebulan terakhir teratasi.

"Pertamina Cabang Ambon melaporkan stok BBM terjamin sesuai jenisnya dengan kesulitan membeli minyak tanah harus sesegera mungkin diatasi," katanya di Ambon, Kamis.

Stok minyak tanah sebanyak 17.794 kiloliter, premium 33. 120 kiloliter dan solar 48.221 kiloliter.

"Jadi stok BBM ini mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 1,8 juta jiwa penduduk Maluku bervariasi 1 - 3 bulan ke depan," ujarnya.

Dia memastikan pemantauan kelangkaan minyak tanah yang meresahkan masyarakat, terutama di Kota maupun pulau Ambon dilaksanakan secara intensif.

"Pemantauan melibatkan polisi agar bila menemukan oknum tertentu melakukan penimbunan, maka dibuat berita acara untuk proses hukum," kata Ros.

Oknum pelaku penimbunan bila terbukti adalah agen atau pangkalan, pasti kena sanksi, bahkan izin usaha terancam dicabut.

"Perbuatan tidak bertanggung jawab dan hanya meresahkan masyarakat itu harus diperangi bersama agar bila ditemukan harus diproses hukum agar membuat efek jera," tegasnya.

Disinggung konversi BBM ke gas, Ros menjelaskan, Maluku merupakan salah satu Provinsi di Indonesia tidak yang belum termasuk program tersebut.

"Kami melalui koordinasi dengan PT Pertamina Cabang Ambon telah berkoordinasi ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), namun belum ada program tersebut di Maluku," kata Ros Far-Far.

Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026