Ambon (Antara Maluku) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku mengungkapkan para distributor akan mempertahankan harga sampai pemberlakuan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga diharapkan harga berbagai kebutuhan pokok saat ini tidak mengalami kenaikan.

"Pernyataan ini disampaikan para distributor yang merupakan kesepakatan dalam rapat bersama Tim Pemantauan Kebutuhan Pokok Pemerintah Provinsi Maluku, Disperindag Provinsi Maluku bersama 12 distributor yang ada di Kota Ambon," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Maluku, B Ohorella di Ambon, Selasa.

Menurut dia, para distributor sudah sepakat dalam rapat terakhir Senin (17/6) di Ambon untuk tetap mempertahankan harga sebelum terjadi perubahan harga BBM.

Ohorella juga mengatakan dalam rapat itu memang tim meminta ke-12 distributor itu agar menahan diri sebab stok yang masih ada sekarang ini di gudang-gudang milik mereka sudah pasti tidak berpengaruh pada perkembangan harga setelah penetapan harga BBM.

Para distributor ini juga bersedia untuk membantu daerah dengan tidak menaikkan harga sebelum terjadi kenaikan harga BBM, kecuali stok yang masih dalam perjalanan dari Pulau Jawa pasti ada sedikit perubahan.

"Kami memahami hal itu sebab sudah pasti mereka punya alasan biaya transportasi berubah setelah kenaikan harga BBM dan imbasnya mempengaruhi harga di pasar," ujarnya.

Sedangkan stok yang masih ada sesuai dengan informasi yang mereka sampaikan dalam rapat itu masih bisa mengisi permintaan pasar hingga Juli 2013 mendatang.

Dia menambahkan sesuai hasil pemantauan petugas Disperindag Maluku yang dilakukan Selasa ini di Pasar Ambon ternyata memang harga sejumlah kebutuhan pokok masih tidak mengalami kenaikan.

Beras eks pedagang seperti Tawon, Bulir Mas masih dijual dengan harga Rp11.000 per kg, gula pasir dalam negeri Rp13.500 per kg, minyak tanah Rp3.500 per liter, minyak goreng Bimoli Rp15.000 per liter, minyak goreng curah Rp13.000 per liter, daging sapi murni Rp80.000 per kg, daging ayam broiler Rp26.000 per kg, ayam kampung Rp60.000 per ekor untuk jantan dan Rp50.000 per ekor untuk betina.

Kecuali telur ayam ras yang sedikit bergerak naik, lanjutnya, dua hari sebelumnya masih dijual Rp21.000 per kg, saat ini naik menjadi Rp23.000 per kg, sedangkan eceran Rp1.200 per butir kini naik menjadi Rp1.300 per butir, susu kental manis merek Bendera Rp8.000 per kaleng (397 gr), merek Nona Rp8.500 per kaleng, susu bubuk Indomilk Rp30.000 per dus (400 gr), dan Dancow Rp31.000 per dus.

Tepung terigu merek Kompas Rp8.500 per kg, mentega Blue Band Rp39.000 per kg, Amanda Rp15.000 per kg, kacang tanah kupas Rp22.000 per kg, kacang hijau Rp18.000 per kg, dan kacang kedelai lokal Rp10.000 per kg.

Sedangkan untuk cabai merah keriting Rp45.000 per kg, cabe merah besar Rp60.000 per kg, dan cabai rawit Rp40.000 per kg, bawang merah Rp35.000 per kg dan bawang putih Rp24.000 per kg.

Pewarta: Shariva Alaidrus
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026