"Mereka yang belum mendapat jatah selama 2013 disebabkan tunggakkan raskin 2012 hingga kini belum dilunasi," kata Kabid Penyaluran Perum Bulog Maluku Latif Malawat di Ambon, Jumat.
Sedangkan bagi daerah lain yang melunasi atau tidak pernah menunggak disalurkan dengan baik, dan saat ini sudah masuk tahap ke dua, Juni.
"Kami akan tetap berupaya menyalurkannya hingga jatah tahap dua Juni - Agustus selesai, apalagi sekarang ini masyarakat dihadapi dengan bulan puasa dan menjelang hari raya lebaran,"katanya.
Latif menjelaskan, Bulog Maluku sedang berupaya memberikan pemahaman kepada daerah yang masih meuunggak agar secepatnya melunasinya untuk memperoleh raskin 2013.
"Kasihan masyarakat yang tergolong rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) selama ini mendatangi RT mapupun kantor lurah dan desa untuk membeli raskin tetapi tidak bisa, padahal selama ini mereka tidak pernah utang," katanya.
Latif mengungkapkan, kabupaten yang memiliki tunggakan terbesar yakni Seram Bagian Timur (SBT) dengan total utang Rp565.040.000 dan Buru (Rp442.056.600).
Sedangkan total tunggakan pembayaran beras raskin di Maluku 2012 mencapai Rp1.354 miliar.
Pewarta: Shariva Alaidrus: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.