Mereka menyiapkan barang - barang dalam karton dan menempatkannya di bangunan lantai dua maupun plafon rumah karena khawatir peristiwa banjir bandang Agustus 2012 terulang sehingga mengalami kerugian besar.
Begitu pun sebagian warga mengamati perkembangan tinggi air di sungai Wayori yang tinggal 80 Cm meluap ke permukiman.
Salah seorang warga RT01, desa Passo, Marthen Laratmase mengatakan, pengalaman 2012 sehubungan banjir bandang yang melanda permukiman di Batu Gong mengakibatkan mereka waspada sejak musim hujan 1 Mei 2013.
"Saat itu banjir meluap tiba - tiba sehingga tidak bisa menyelamatkan barang - barang, makanya sebagian besar hanyut sehingga menjadi pengalaman harus diantisipasi sejak dini," ujarnya.
Dia juga mengimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon agar tidak memindahkan bronjong yang akan dipasang di bantaran sungai Wayori.
"Kami kaget karena bronjong sudah diangkat ke bekas pabrik plywood Batu Gong, desa Passo sehingga melaporkan ke anggota DPRD Kota Ambon, John Maitimu untuk berkoordinasi dengan Kepala BPBD setempat, Brury Cokro," kata Marthen.
Jhon Maitimu mengaku telah berkoordinasi dengan Brury Cokro agar tidak memindahkan bronjong ke daerah lain karena dibutuhkan warga di bantaran sungai Wayori.
"Saya minta BPBD agar intensif memantau perkembangan hujan karena ancaman banjir maupun longsor relatif tinggi mengingat hujan sejak 1 Mei 2013," tegasnya.
Dia juga telah melaporkan ancaman longsornya rumah Samuel Maspaitella di kelurahan Lateri yang terjadi sejak tiga pekan lalu.
"Jangan hanya tunggu laporan karena Kota Ambon rawan banjir maupun longsor yang 2012 ternyata 13 orang meninggal," ujar John.
Banjir juga meluap di sungai Waitomu sehingga sejumlah rumah di kawasan Pulugangsa, terancam setinggi betis orang dewasa.
Permukiman lainnya yang rawan banjir adalah desa Galala, Batu Merah, Batu Gajah, Waihaong, Tanahtinggi dan Jl Baru.
Sedangkan longsor di Batu Gajah, Batu Meja, Batu Gantung, Belakang Soya, Amahusu dan Karang Panjang.
Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur Kota Ambon hingga Rabu siang.
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.